Menteri Basuki: Pembangunan Infrastruktur di Era Jokowi Mengejar Ketertinggalan dari Negara Lain
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyampaikan, Indonesia masih mengejar ketertinggalan infrastruktur dengan negara-negara lain selama 10 tahun era Kepresidenan Joko Widodo (Jokowi).
“Pembangunan yang kita lakukan selama ini, itu hanya untuk mengejar ketertinggalan. Belum untuk menyediakan sesuai dengan kebutuhan minimal infrastruktur dalam rangka investasi, dalam rangka menurunkan (biaya) logistik, dalam rangka bersaing di dunia global,” ucap Basuki di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2024).
Ia mencontohkan, proyek bendungan yang selesai baru 53 unit dari target 61 unit, sedangkan di negara lain sudah belasan hingga puluhan ribuan.
Baca Juga
PUPR Beberkan Pagu Anggaran Infrastruktur Rp 1.315,47 Triliun Selama 10 Tahun Era Jokowi
“Sekarang ini kelihatannya membangun 61 (bendungan), tapi itu belum apa-apanya dibandingkan dengan negara lain. Sering juga disampaikan dari Pak Jokowi, di Korea itu ada 19 ribu (bendungan), di China ada 98 ribu bendungan,” ujar Basuki.
Basuki juga menekankan, saat ini Indonesia perlu meningkatkan infrastruktur di Indonesia bagian Timur.
“Kalau saya pelajari di Indonesia bagian Barat ini, Jawa, Sumatera, itu infrastrukturnya sudah ada peninggalan zaman Belanda dan Jepang. Sehingga apa yang kita lakukan sekarang lebih banyak ke pemeliharaan dan peningkatan, pembangunannya pun lebih gede. Tapi di Indonesia Timur itu nol, bukan nggak ada, tapi dibandingkan dengan Jawa dan Sumatera, di Indonesia Timur itu lebih banyak kita membangun (infrastruktur) baru,” terang dia.

