Proyek Pipa Gas Bumi Transmisi Cisem Tahap II Sudah Jalan, Ini Target Pemerintah ke Depan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah meresmikan dimulainya pengerjaan proyek pembangunan pipa gas transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) tahap II (Ruas Batang-Cirebon-Kandang Haur) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah pada Senin (30/9/2024).
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi menyebutkan, setelah pembangunan pipa sepanjang 245 kilometer ini selesai, maka fokus akan beralih untuk menyambung jaringan pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei (Dusem) di Sumatera.
“Target yang sementara ini, yang master plan-nya nyambungin yang sana, Dumai-Sei Mangkei,” kata Agus saat ditemui di Sekretariat Kementerian ESDM, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga
Bahlil Pastikan Proyek Cisem II Gunakan 100% Pipa Produksi Domestik, Jadi Stimulan Ekonomi
Agus menjelaskan, setelah proyek tersebut selesai, maka pasokan dari Andaman akan bisa masuk. Dengan demikian, beberapa lapangan yang sudah menurun produksi gasnya bisa terkompensasi dari produksi baru.
Maka dari itu, disampaikan oleh Agus bahwa saat ini pemerintah sedang fokus untuk pengerjaan proyek Cisem tahap II. Sebab, hadirnya pipa gas transmisi ini sangat penting untuk penyaluran ke berbagai wilayah.
“Sangat penting. Jadi jaringan transmisi kita harus tersambung. Teman-teman gas harus mendapatkan saluran. Kalau sudah nyambung, pasokannya bisa lebih lancar,” terang Agus.
Sementara itu, terkait dengan multiplier effect dari pembangunan pipa gas transmisi Cisem ini dikatakan oleh Agus akan memberikan manfaat ke berbagai pihak, baik itu industri maupun rumah tangga.
Baca Juga
“Gas itu bisa dipakai banyak banget. Apalagi kalau dipakai petrochemical, nilai tambahnya berlipat-lipat,” ujar dia.
Dalam proyek pipa gas Cisem tahap II ini, anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 2,7 triliun dari APBN yang akan dikerjakan selama 18 bulan alias tiga tahun. Sehingga ditargetkan selesai sebelum semester I tahun 2026 mendatang.
Sebelumnya, Bahlil menyebutkan bahwa selain untuk kawasan industri, proyek pipa gas Cisem II ini diharapkan juga akan mendorong pertumbuhan pemanfaatan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas), sehingga akan mengurangi penggunaan LPG di masyarakat dan meringankan pengeluaran.
"Kalau dengan jargas ini terjadi, harganya jauh lebih murah daripada LPG. Dan tidak ada lagi orang mengatakan bahwa kita susah gas, dan LPG 3 kg naik harga. Ini pemerintah lagi mendesain bagaimana caranya agar saluran-saluran pipa ini bisa sampai ke rumah tangga," tutur Bahlil.

