Kemenperin Ingin Pembahasan Pemindahan Pelabuhan Pintu Masuk 7 Komoditas Dilanjut di Pemerintahan Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan pembahasan mengenai pemindahan pelabuhan untuk entry point atau jalur masuk tujuh komoditas ke wilayah Timur Indonesia akan terus didorong pada pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada lima tahun ke depan.
Hal tersebut dilakukan Kemenperin apabila usulan pemindahan pelabuhan itu tidak rampung dibahas di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang tidak lama lagi akan segera berakhir, yakni pada 20 Oktober 2024 mendatang.
Menurut Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif, jika pemindahan pelabuhan untuk 7 komoditas itu dilakukan akan menjadi pendorong pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil, pakaian jadi, keramik, perangkat elektronik, kosmetik, barang tekstil jadi, dan alas kaki.
Baca Juga
Kemenperin Ajak Kadin Buat Roadmap Industri untuk Indonesia Emas, Anindya Bakrie: Kami Siap Dukung!
"Sebaiknya begitu, ya, karena itu akan jadi booster. Terutama untuk industri di tujuh sektor itu," ucap Febri saat ditemui di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (2/10/2024).
Lebih lanjut, Febri pun mengungkapkan hingga saat ini belum ada rapat terbatas (ratas) antara Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang dengan Presiden Jokowi untuk membahas mengenai usulan pemindahan pelabuhan tersebut.
"Kita kan berharap ada ratas kabinet membahas hal-hal itu. Nah, belum, belum ada, ya (digelar rapat terbatas)," ungkapnya.
Baca Juga
Kerja Sama dengan Kemenperin, Ketum Kadin Anindya Ingin Tancap Gas Majukan Industri Indonesia
Kendati demikian, Febri pun mengatakan hingga saat ini belum ada pembahasan antara Kemenperin dengan tim transisi pemerintahan Prabowo Subianto untuk membahas terkait pemindahan pelabuhan itu.
"Di tim transisi saya belum tahu informasi, ya, tapi menurut kami itu yang penting dilakukan," terang Febri.

