KAI Beberkan Sejumlah Pencapaian di Usia Ke-79, Apa Saja?
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI telah memperingati hari ulang tahun (HUT) yang ke-79 pada 28 September 2024 di Kota Bandung, Jawa Barat.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo menyampaikan, KAI telah meraih berbagai pencapaian, termasuk penyelesaian dua Proyek Strategis Nasional (PSN), yakni light rail transit (LRT) Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau 'Whoosh.
"KAI juga terus melakukan transformasi dari berbagai aspek melalui investasi berkelanjutan yang bertujuan memberikan kesejahteraan bagi pekerja seperti renovasi griya karya, pembangunan rumah singgah, pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di stasiun dan balai yasa dengan harapan dapat memberikan fasilitas dan kenyamanan bagi pekerja serta mendukung implementasi ESG (Environment, Social, Governance),'' kata Didiek dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (1/10/2024).
Baca Juga
Kemenhub Bangun dan Reaktivasi Rel Kereta 1.731,34 Km Sejak 2015
Adapun dalam peringatan HUT kali ini, KAI mengangkat tema ''Safety and Sustainability.'' Tema tersebut melambangkan tekad KAI untuk terus berkomitmen menjaga keselamatan dan mendorong keberlanjutan bisnis yang memperhatikan aspek ESG.
“Keselamatan dan keberlanjutan merupakan dua elemen yang saling terkait dalam mendukung kemajuan KAI Group. Dengan membangun budaya keselamatan yang kuat, keberlanjutan di masa depan otomatis akan tercapai,” ujar Didiek.
Didiek juga memaparkan beberapa milestone penting yang telah dicapai hingga September 2024, di antaranya berhasil menyelesaikan permasalahan aset di Kota Medan, meluncurkan KA Blambangan Ekspres sebagai KA dengan rute terpanjang dari Stasiun Pasar Senen di Jakarta ke Stasiun Ketapang di Banyuwangi, dan pengadaan 54 lokomotif CC205 untuk mendukung peningkatan kapasitas angkutan batu bara di Sumatera Selatan.
''KAI juga melakukan peningkatan performa prasarana untuk mendukung percepatan waktu tempuh, kemudian mendapatkan predikat “Baik” dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait kualitas penerapan faktor ESG serta meraih penghargaan Best Crisis Handling BUMN dari Kementerian BUMN RI,'' tambah Didiek.
Baca Juga
KAI Bakal Tambah KA Ekonomi New Generation Sebanyak 111 Gerbong hingga Tahun 2025
Berdasarkan Laporan Tahunan KAI tahun 2023, aset KAI secara historis pada tahun 2020 tercatat Rp 53,2 triliun, kemudian bertumbuh menjadi Rp 62,8 triliun pada 2021. Jumlah aset tersebut naik kembali menjadi Rp 71,6 triliun tahun 2022, dan pada akhir tahun 2023 aset KAI telah mencapai Rp 81,3 triliun.
Peningkatan aset tersebut juga serta merta meningkatkan kinerja perusahaan. Menutup tahun 2023, KAI berhasil mencatatkan peningkatan pencapaian kinerja dengan mencetak laba bersih sebesar Rp 1,87 triliun atau lebih tinggi 11% dari tahun 2022 yang senilai Rp 1,68 triliun.
''KAI juga terus berupaya menjalankan program cost optimalization serta efisiensi dalam mengelola biaya operasional di seluruh KAI Group untuk menunjukkan kinerja bisnis perusahaan semakin gesit, lincah, dan efisien. Keberhasilan dalam optimalisasi aset dan efisiensi sangat berperan dalam mendukung peningkatan pendapatan dan laba perusahaan,'' tutur Didiek.
Didiek turut menyampaikan, pihaknya telah mengoperasikan perjalanan sebanyak 53.439 KA Barang, 416.931 KA Penumpang, 259.678 kereta rel listrik (KRL), 12.998 KA Bandara, dan 71.011 LRT Jabodebek. ''Sementara untuk Whoosh hingga 16 September 2024, sudah beroperasi 11.883 perjalanan,'' papar dia.
Baca Juga
KAI Tutup 1.298 Perlintasan Kereta Akibat Banyaknya Insiden Kecelakaan
Dengan seluruh capaian tersebut, menurut Didiek, ke depannya KAI akan terus konsisten menjadi moda transportasi yang lebih berkualitas untuk melayani masyarakat dengan memaksimalkan operational excellence, customer loyalty, ESG, dan financial sustainability.
Dia pun mengajak jajarannya untuk terus semangat dan saling menjaga keselamatan, keamanan, dan kesehatan dalam menyambut Angkutan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mendatang.
''KAI akan meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian selama masa Posko Angkutan Nataru 2025 nanti. 'Safety and Sustainability.' Safety is our DNA, Sustainability is our Future,'' tutup Didiek.

