Bunga Acuan Turun, Kemenperin Optimistis Iklim Usaha dan Investasi Tumbuh
TANGERANG, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis iklim usaha industri akan semakin bertumbuh setelah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate dari 6,25% menjadi 6%.
"Kami optimistis hal itu bisa membantu iklim usaha industri bisa lebih baik," ucap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Eko SA Cahyanto di ICE BSD, Tangerang, Kamis (26/9/2024).
Pasalnya, menurut Eko, dengan iklim usaha pada sektor industri bertumbuh atau semakin meningkat, maka akan memberikan ruang besar untuk menarik investor melakukan investasi di Indonesia.
Baca Juga
BKPM Proyeksikan Nilai Investasi Hilirisasi tembus US$ 618,1 Miliar hingga 2040
"Karena dengan iklim usaha yang baik itu akan tercipta optimisme dari pelaku usaha, iklim usaha yang baik itu kalau semua bisa memberikan ruang yang cukup bagi usaha itu bisa pertama bisa terus berinvestasi. Kedua produksi, dan ketiga tumbuh," ungkapnya.
"Tapi tidak lupa juga bahwa kita harus menjaga daya beli masyarakat. Jadi upaya untuk membentuk iklim usaha yang baik itu ada di banyak kementerian/lembaga termasuk kebijakan fiskal," tambah Eko.
Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada pekan lalu memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi sebesar 6,00%. Kebijakan bank sentral ini untuk mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga
Ekosistem Startup Indonesia Menanti Tuah dari Penurunan Suku Bunga Acuan
"Suku bunga Deposit Facility juga diturunkan 25 bps menjadi sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility turun 25 bps menjadi 6,75%. Ini sesuai upaya penguatan dan stabilitas nilai tukar rupiah dan perlunya untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, saat konferensi pers Hasil RDG BI di Jakarta, Rabu (18/9/2024).

