Iran Serang Israel, Kadin Minta Pemerintah Antisipasi 3 Hal
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Hukum, dan Komunikasi Kadin Indonesia Yukki Nugrahawan Hanafi menyebutkan, konflik Iran dan Israel yang terus meluas dapat mendorong kenaikan harga komoditas minyak mentah. Jika harga minyak dunia melonjak. maka akan berpengaruh ke beberapa industri dan mata rantai pasok (supply chain) yang akan mengalami gangguan.
Hal itu akan menaikkan ongkos produksi serta menekan kemampuan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Yukki menilai pemerintah Indonesia dan dunia perlu mendorong deeskalasi konflik, agar tidak memengaruhi kemampuan pemulihan ekonomi dunia.
“Antisipasi terhadap kenaikan harga minyak, pengaruh terhadap mata rantai pasok, maupun komoditas impor perlu terus menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya kepada investortrust.id, Senin (15/4/2024).
Baca Juga
Ketegangan Iran - Israel Bisa Ulur Penurunan Suku Bunga The Fed
Perlemah Rupiah
Yukki mengungkapkan, faktor-faktor tersebut akan memengaruhi peningkatan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Maka dari itu, menurutnya, pemerintah perlu memerhatikan dan melakukan pengendalian fiskal sepanjang tahun ini.
“Bank Indonesia juga perlu memperhatikan arah kebijakan suku bunga serta strategi pengendalian nilai tukar, yang menjaga stabilitas moneter. Ini agar dapat memberikan kepercayaan pada pasar,” ungkap Yukki.
Baca Juga
Selain itu, kerja sama strategis regional juga terus-menerus perlu dikomunikasikan segera dengan berbagai bank sentral dunia. Ini demi mengantisipasi dampak regional dan global lantaran eskalasi konflik.

