Anindya Bakrie Tegaskan Tidak Ada 2 Kadin
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie atau Anindya Bakrie menegaskan hanya ada satu Kadin Indonesia sebagaimana yang telah ditetapkan sesuai aturan yang berlaku. Keberadaan Kadin tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang Indonesia atau UU Kadin.
Berdasarkan aturan tersebut, Anindya Bakrie menekankan Kadin Indonesia merupakan satu-satunya wadah yang menaungi dunia usaha di Tanah Air.
"Tidak ada dua Kadin, dari dulu dan sekarang, dan tentunya ke depannya. Karena Kadin adalah satu-satunya wadah dunia usaha di dalam undang-undang," ucap Anindya seusai konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Minggu (15/9/2024).
Anindya Bakrie menyatakan Kadin Indonesia yang dipimpinnya akan fokus pada agenda-agenda besar pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lima tahun mendatang.
"Karena kita memikirkan ke depan, tanggal 25 September, bahkan 19 September, sudah akan disahkan budget APBN 2025. Lalu 1 Oktober, parlemen, anggota-anggotanya sudah akan dilantik. Dan 20 Oktober, itu adalah saat ketika presiden-wakil presiden terpilih akan menjadi presiden-wakil presiden," katanya.
"Jadi Kadin justru memikirkan bagaimana bisa menyukseskan program, melanjutkan program Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin, supaya Pak Prabowo dan Mas Gibran bisa sukses mencapai target APBN, bahkan lebih," tegas Anindya.
Diketahui, Anindya Bakrie terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Kadin Indonesia periode 2024-2029 melalui munaslub, Sabtu (14/9/2024). Forum munaslub kali ini dihadiri oleh 21 pengurus Kadin provinsi dan 25 anggota luar biasa (ALB) Kadin.
"Maka secara kuorum Saudara Anindya Bakrie terpilih secara meyakinkan sebagai ketua umum periode 2024-2029," ujar Nurdin Halid selaku pimpinan sidang forum Munaslub Kadin di The St Regis, Jakarta, Sabtu (14/9/2024).
Keputusan forum tersebut sontak disambut oleh seluruh peserta forum munaslub yang hadir. Munaslub itu juga dihadiri oleh pejabat negara, seperti Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, yang juga ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia 2021-2024. Selain itu ada juga Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet.

