Direktur Utama InJourney Sebut Pendapatan Non-Aero Tumbuh hingga 49% YoY
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney Dony Oskaria menjelaskan penggabungan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menjadi PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airport berupaya mendorong kenaikan pendapatan non-aero.
“Kita menyadari hari ini, revenue kita sebagian besar masih didominasi oleh aero revenue, tapi tahun ini kita berhasil meningkatkan non-aero revenue kita memberi kontribusi signifikan, kita growth sebesar 49% year on year,” kata Dony di kantor InJourney, Jakarta, Senin (9/9/2024).
Dony berharap dengan menyatunya Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II maka 37 bandara yang ada bisa memberikan kinerja yang membanggakan bagi seluruh masyarakat. “Dan yang paling penting lagi, kita fokus airport memberikan layanan kepada seluruh costumer kita,” kata dia.
Baca Juga
Merger AP I dan AP II, Nama Perusahaan Berganti Jadi Angkasa Pura Nusantara
Ditemui dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama InJourney Aiport Faik Fahmi menjelaskan selama ini komposisi pendapatan pengelola bandara di Indonesia itu masih didominasi oleh bisnis aero. Faik menjelaskan porsi pendapatan InJourney Airports 60:40, dengan 60% berasal dari bisnis aero. Sementara dari sisi best practises biasanya bisnis non aero yang mendominasi.
“Kalau best practice itu kan kebalik, non-aeronya 60%, aero-nya 40%” kata Faik.
Untuk itu, di bawah payung InJourney Airports, Faik ingin mengoptimalkan kegiatan non-aero di bandara. Salah satunya dengan pemanfaatan area komersial.
“Kemudian mengubah brand-brand menjadi lebih baik, penataan tenant dan lain sebagainya. Kita mengacu kepada best practice internasional. Ini yang kita sudah mulai lakukan,” kata dia.
Baca Juga
Angkasa Pura I dan II Merger, Erick Thohir Tegaskan Tak Ada PHK
Sebagai gambaran, berdasarkan laporan keuangan Angkasa Pura I, hingga akhir Maret 2024, pendapatan dari sisi aeronautika mencapai Rp 1,36 triliun dan pendapatan non-aeronautika sebesar Rp 761 miliar. Total, pada kuartal-I 2024 itu, pendapatan usaha Angkasa Pura I sebesar Rp 2,12 triliun.
Melihat potensi yang ada, Faik berharap InJourney dapat meraih pendapatan dari sisi non-aero. “Ini bagian dari rencana kita untuk mendorong pendapatan kita secara lebih signifikan lagi. Karena kalau kita lihat di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) kita tahun 2024 ini, target pendapatan Rp 20,3 triliun,” ujar dia.

