Kontribusi Sektor Kelapa Sawit ke Kas Negara Capai Rp 88,7 Triliun
BELITUNG, investortrust.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sektor industri perkebunan kelapa sawit menyumbang sebesar Rp 88,7 triliun ke Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2023.
Hal tersebut diungkapkan oleh Analis Kebijakan Madya Pusat Kebijakan Pendapatan Negara (PKPN) Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu, Nursidik Istiawan pada diskusi Kontribusi Sawit untuk APBN dan Perekonomian, di Belitung, Selasa (27/8/2024).
Ia merincikan pendapatan negara yang berasal dari kelapa sawit tersebut berasal dari pungutan ekspor sebesar Rp 32,4 triliun, penerimaan pajak Rp 50,2 triliun, dan bea keluar Rp 6,1 triliun.
Baca Juga
Bupati Belitung Timur Keluhkan Aliran Dana Kelapa Sawit Kecil ke Daerah
"Di mana hal tersebut memperlihatkan impact-nya berupa peningkatan pajak atau pajak yang dapat dipungut pada tahun 2023 sebesar Rp 50,2 triliun, PNBP penerimaan negara bukan pajak Rp 32,4 triliun dan bea keluar sebesar Rp 6,1 triliun," ucapnya, Selasa (27/8/2024).
Nursidik juga menjelaskan, dalam kebijakan pada sektor kelapa sawit, pemerintah mengedepankan hubungan antarsektor, yakni kesejahteraan petani. Selain itu juga menjaga sisi eksportir, produsen hulu dan hilir hingga distributor serta pengecer.
"Dan kemudian di sana juga terlihat bahwa kita perlu menjaga ketersediaan harga produk tersebut untuk diterima oleh publik, terutama dalam konsumsi publik yang memang benar-benar cukup signifikan," ungkap Nursidik.
Baca Juga
"Nah kalau ada kenaikan harga sedikit saja itu menjadi permasalahan yang punya impact banyak gitu ya, termasuk impact pada keadaan keamanan dan sebagainya," tandasnya.

