Bupati Belitung Timur Keluhkan Aliran Dana Kelapa Sawit Kecil ke Daerah
JAKARTA, investortrust.id - Bupati Belitung Timur, Burhanudin mengungkapkan dana yang dihasilkan dari komoditas kelapa sawit yang mengalir ke APBN lebih besar dibandingkan untuk daerah penghasil atau produsen kelapa sawit, salah satunya di Kabupaten Belitung Timur.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Belitung Timur terdapat 9 perusahaan kelapa sawit, salah satunya adalah perusahaan emiten PT Austindo Nusantara Jaya Tbk melalui anak usahanya, PT Sahabat Mewah Makmur yang menghasilkan kontribusi cukup besar untuk pendapatan negara.
"Satu perusahaan saja, PT ANJ atau PT SMM kontribusinya itu cukup besar, dari pembayaran pajak, baik itu pajak ekspor, bea keluar, yang dikirim ke APBN cukup besar, triliunan uangnya, cuma balik kampungnya ini yang kecil," ucapnya di diskusi Kontribusi Sawit untuk APBN dan Perekonomian, Belitung, Selasa (27/8/2024).
Baca Juga
Namun dalam paparannya, Burhanudin mengungkapkan Pemkab Belitung Timur mendapatkan transfer ke daerah berupa dana bagi hasil (DBH) sawit dari Kementerian Keuangan pertama kali pada 2023 senilai Rp 8,69 miliar dan Rp 7,68 miliar pada 2024.
"DBH kami dua tahun dari sawit tidak begitu besar, sebagai daerah penghasil kami juga ingin mendapatkan lebih," ungkap Burhanudin.
Burhanudin menilai, kontribusi hasil sawit dan turunannya dari Belitung Timur sudah cukup besar terhadap pendapatan negara. Di antaranya berupa pungutan ekspor dan bea keluar yang masuk ke negara.
"Jadi ini harus didiskusikan. Karena kami bicara masalah pendapatan daerah dari sektor sawit itu kecil, DBH kami dua tahun dari sawit tidak begitu besar, tapi sebagai daerah penghasil kami juga kami ingin mendapatkan lebih," tandasnya.

