Bakal Beri Masukan soal Dunia Usaha, Ketum Apindo: Tim Prabowo Sangat Terbuka
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum (Ketum) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani mengungkapkan pihaknya intensif memberikan berbagai masukan terkait dunia usaha kepada tim pemerintahan mendatang, yang dipimpin oleh presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
"Makanya kita intensif juga untuk memberikan masukan kepada pemerintah yang akan datang. Jadi kita dasarnya kan tiap kali kita ada update isu-isu terbaru," ucap Shinta di Kantor Apindo, Jakarta Selatan, Jumat (23/8/2024).
Shinta pun mengapresiasi kerja tim Prabowo Subianto selama masa transisi pemerintahan ini yang dinilainya terbuka akan masukan-masukan dari dunia usaha, terutama kendala-kendala yang dirasakan oleh para pengusaha.
Baca Juga
Apindo Minta Pemerintah Gulirkan 2 Kebijakan sebagai Penyeimbang Kenaikan PPN 12%
"Pokoknya satu hal yang saya apresiasi pemerintah yang akan datang ini, terutama timnya ya, tim daripada Pak Prabowo, kelihatannya cukup terbuka untuk menerima masukan, jadi kami apresiasi," ungkapnya.
"Nomor satu itu kita mesti didengar dulu ya, paling tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan. Karena ini tidak hanya sekedar semua orang bisa kasih masukan, tapi karena kami pelaku, kami tahu apa yang terjadi," tambah Shinta.
Oleh sebab itu, Shinta menjelaskan bahwa masukan-masukan dunia usaha yang juga dituangkan pihaknya pada roadmap atau peta jalan akan membantu pemerintahan yang berjalan berkelanjutan ini untuk memformulasikan kebijakan ekonomi mendatang.
Baca Juga
Apindo: Arus Investasi ke Indonesia masih Cenderung Seret Akibat Ketidakpastian Global
"Supaya tidak usah lagi reinventing the wheel. Karena Pak Jokowi sudah menyiapkan, sudah tahu apa yang terjadi kan selama 10 tahun. Nah sekarang kan keberlanjutan dari pemerintah ke pemerintah," terangnya.
"Nah sekarang dari pelaku usahanya kita juga mau kalau bisa tidak usah ngulang lagi. Jadi kita tahu apa yang baik, yang bagus dilanjutkan, apa yang kurang harus diperbaiki," tandas Shinta.

