Menteri Basuki Ungkap Kelanjutan Konstruksi Jalan Tol Demak-Tuban
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan, pihaknya sedang mengejar konstruksi Jalan Tol Demak–Tuban dan diharapkan selesai di akhir tahun 2024 ini.
“Saya kira, kita memang harus segera membangun (Tol Demak–Tuban) itu. Kita sedang menyiapkan readiness criteria-nya ini, mudah-mudahan tahun ini selesai,” kata Basuki saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Jakarta, Rabu (21/8/2024).
Ia pun menyampaikan, dalam pembangunan Jalan Tol tersebut diperlukan anggaran sebesar Rp 5 triliun yang terdiri atas pengadaan lahan dan dukungan konstruksi.
“Memerlukan tanah sekitar Rp 4 triliun dan dukungan konstruksi Rp 1 triliun. Sedangkan analisa finansial IRR-nya sekitar 11%,” jelas Basuki.
Baca Juga
Ditopang Jalan Tol dan Konstruksi, Laba Jasa Marga (JSMR) Melesat 104,32%
Sebelumnya, rencana pembangunan mega proyek Jalan Tol Demak–Tuban yang akan melintasi Kabupaten Kudus, Pati, dan Rembang telah selesai pada tahap pembahasan studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilakukan pada tahun 2022 silam.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Gerindra, Sudewo menyatakan, saat ini rencana pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban sudah masuk dalam tahap studi para ahli.
“Rencana pembangunan Jalan Tol Demak-Tuban saat ini masih berproses. Studinya sudah selesai dilakukan,” kata Sudewo beberapa waktu lalu.
Jika tidak ada kendala yang berarti, lanjut Sudewo, pada akhir tahun 2024 ini akan dilakukan lelang untuk menentukan pihak yang akan mengerjakan proyek Jalan Tol Demak-Tuban.
Baca Juga
Sempat Jeda Jelang HUT Ke-79 RI, WSBP Lanjutkan Suplai Proyek Jalan Tol IKN
“Akhir tahun nanti akan dilakukan lelang investor siapa yang siap untuk berinvestasi membangun jalan tol,” ungkap Anggota DPR Dapil Jawa Tengah III ini.
Terkait anggaran, Sudewo belum bisa memastikan jumlah yang akan dialokasikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk merealisasikan proyek ini.
Namun jika berkaca dari kekuatan APBN, menurutnya, kemungkinan pemerintah pusat akan melakukan pinjaman ke negara lain untuk menutupi kekurangan anggaran yang dibutuhkan.
“Pemerintah juga akan menggunakan APBN serta loan atau utang luar negeri. Insya Allah, di tahun 2025 mulai dilakukan pembebasan lahan,” tambah Sudewo.
Baca Juga
Pembebasan Lahan Capai 46,8%, Konstruksi Jalan Tol Kertosono-Kediri Sesuai Rencana
Lebih lanjut, Sudewo meyakini, keberadaan Jalan Tol Demak-Tuban akan membawa kemajuan khususnya dari segi perekonomian masyarakat. Tak hanya itu, kemacetan yang sering terjadi di Jalan Pantura Pati-Rembang bisa diantisipasi dengan hadirnya jalan tol Demak–Tuban nantinya.
“Kalau jalan tol ini dibangun tentu akan mendongkrak perekonomian Kabupaten Pati dan saya akan konsen bersama Menteri PUPR,” tutupnya.

