Ditopang Jalan Tol dan Konstruksi, Laba Jasa Marga (JSMR) Melesat 104,32%
JAKARTA, investortrust.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan lompatan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk 104,32% menjadi Rp 2,34 triliun pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,148 triliun. Lompatan laba tersbut menjadikan saham JSMR melesat pada perdagangan awal di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini.
Manajemen JSMR dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/7/2024) menyebutkan, lompatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan kinerja operasional. Pendapatan perseroan dari Rp 8,92 triliun emnjadi Rp 13,07 triliun.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Akuisisi 10% Saham Milik Synergy di Ruas Cengkareng-Kunciran
Penyumbang utama pendapatan berasal dari bisnis jalan tol dengan kenaikan pendapatan dari Rp 6,13 triliun menjadi Rp 8,37 triliun. Sisanya disumbangkan bisnis konstruksi yang melesat dari Rp 1,94 triliun menjadi Rp 3,96 triliun dan segmen pendapatan usaha lainnya turun dari Rp 848,92 miliar menjadi Rp 732,68 miliar.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, perseroan membukukan kenaikan beban pokok pendapatan dari Rp 5,28 triliun menjadi Rp 7,69 triliun. Alhasil laba bruto perseroan naik dari Rp 3,63 triliun menjadi Rp 5,37 triliun.
Sedangkan laba usaha meningkat dari Rp 2,96 triliun menjadi Rp 4,51 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan total laba periode berjalan meningkat dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 3,02 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan total laba per saham perseroan melambung dari Rp 68,55 menjadi Rp 323,37 per saham.
Baca Juga
Divestasi 35% Saham JTT, Jasa Marga (JSMR) Raup Dana Segar Rp 12,82 Triliun
Jasa Marga (JSMR) juga mencatatkan kenaikan total asset dari Rp 129,31 triliun menjadi Rp 133,58 triliun hingga akhir Juni 2024. Total liabilitas juga naik dari Rp 90,40 triliun menjadi Rp 91,92 triliun. Sedangkan ekutias meningkat dari Rp 38,91 triliun menjadi Rp 41,66 triliun.
Adapun, Sucor Sekuritas dalam riset terakhirnya mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 6.600. Rekomendasi ini mempertimbangkan kenaikan tarif ruas tol, seperti kenaikan tarif ruas Japek, pulihnya trafik lalu lintas pada jalan tol yang sebelumnya telah dikenakan kenaikan tarif, dan rencana peningkatan tarif tiga ruas tol baru.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan sejumlah faktor, seperti konsistensi perseroan mencatatkan arus kas positif, peningkatan kontribusi ruas tol baru, dan didukung peningkatan trafik ke depan.
Grafik Saham JSMR

