Kemenkominfo Latih ASN Jadi Ahli Keamanan Siber
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Pelatihan Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam Government Transformation Academy (GTA) Program Digital Talent Scholarship (DTS).
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan siber nasional.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menyatakan, pelatihan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) itu diharapkan dapat mencetak talenta digital yang mumpuni dalam keamanan siber. Keamanan siber menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pertahanan nasional.
"Di masa depan itu cyber security menjadi hal yang sangat critical. Saya berharap para peserta pelatihan GTA dapat melahirkan budaya tanggap terhadap keamanan siber di tempat kerja masing-masing,” katanya melalui keterangan resmi Kemenkominfo, dikutip Senin (12/8/2024).
Menurut Nezar, saat ini Indonesia masih kekurangan ahli keamanan siber padahal kebutuhan talenta digital keamanan siber makin meningkat. Oleh karena itu, Kemenkominfo akan menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk mencetak para talenta digital di bidang keamanan siber.
Baca Juga
Ini 42 Jasa Pembayaran Terkait Judi Online yang Diberi Sanksi Kemenkominfo, Cek
"Terkait dengan keamanan siber, kebutuhan talenta kita makin meningkat, makin krusial, dan makin langka juga belakangan ini," tuturnya.
Nezar menyatakan setiap negara telah memasukkan agenda keamanan siber dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Menurutnya, insiden serangan siber terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Indonesia pernah juga dialami negara Estonia.
“Ini merupakan bukti bahwa keamanan siber merupakan hal yang sangat vital. Negara Estonia sedang melakukan transformasi digital yang sangat intens dan hampir semua layanan publiknya itu terkoneksi dengan sangat solid. Sekali waktu diserang oleh virus, lumpuh, dan kelumpuhan itu mengakibatkan satu bulan lebih negara itu macet semua," jelasnya.
Baca Juga
Siapa Berhak Jadi Plt Ketum Golkar Pengganti Airlangga Hartarto
Oleh karena itu, seiring peningkatan serangan siber, Nezar mengingatkan tentang arti penting kesadaran tentang keamanan siber dari sisi pengguna layanan.
"Beberapa loopholes atau lubang, dimana serangan itu bisa masuk, itu terjadi di level tenant, di level pengguna, nah pengguna ini ada kementerian, lembaga, dan daerah, masuknya dari sana, karena apa, karena kita kurang disiplin, kita kurang punya security awareness dalam menggunakan akses kita ke pusat data nasional yang sangat critical itu," tuturnya.
Pelatihan GTA yang sudah berlagsung diikuti 126 orang peserta dengan dua tema pelatihan yaitu Insiden Keamanan SPBE dan Edukasi Kesadaran Keamanan SPBE.

