PLN Manfaatkan 1,45 Juta Ton FABA di Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil memanfaatkan 1.450.840 ton Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau abu sisa proses pembakaran batu bara pada 47 unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang tersebar di Indonesia sepanjang semester I-2024.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, langkah pemanfaatan FABA ini merupakan wujud dari penerapan prinsip Environment, Sustainability and Governance (ESG). Ia berharap pemanfaatan FABA tersebut bisa lebih luas lagi, tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, namun juga mendorong perekonomian masyarakat di berbagai daerah.
“Melalui FABA, kehadiran pembangkit PLN tak hanya bisa menjadi sumber listrik, tetapi juga mampu sebagai bahan dasar yang menjaga dan melestarikan lingkungan serta menggerakkan roda ekonomi di masyarakat,” kata Darmawan dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/8/2024).
Baca Juga
PLN Berhasil Manfaatkan 13.943 Ton FABA dari PLTU Holtekamp Jadi Bahan Bangunan
Dia menambahkan, FABA telah dimanfaatkan menjadi subgrade stabilisasi timbunan pilihan, substitusi bahan baku semen, Ready Mix, material pencegah air asam tambang, paving, pembuatan batako, kansteen, U Ditch, pupuk, tetrapod, jalan beton, media tanam dan lainnya.
“FABA itu dulunya dipandang sebagai limbah yang tidak ada nilai ekonominya. Tapi kini PLN berhasil melakukan inovasi dan mengubahnya menjadi produk yang kaya akan manfaat dalam menunjang pembangunan infrastruktur nasional,” tandas Darmawan.
Beberapa pemanfaatan FABA, menurut Darmawan, di antaranya mampu meningkatkan kebasaan (pH) tanah, mencegah abrasi di daerah pesisir pantai, menjadi pupuk tanaman, bahan campuran beton, bahan pengeras jalan, hingga pembuatan batako yang kini digunakan untuk pembangunan gardu distribusi.
Baca Juga
2300 Slot 'Early Bird' PLN Electric Run 2024 Terjual Kurang dari Satu Jam
“Pemanfaatan FABA PLN Grup terus mengalami peningkatan sejak FABA ditetapkan sebagai Limbah Non B3. Pemanfaatan tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 3,716 juta ton atau 123% dari produksi FABA 2023, sehingga dapat mengurangi jumlah FABA yang tersimpan di ash yard,” papar dia.
Darmawan mengatakan, FABA kini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan pihaknya membuka kesempatan kepada semua kalangan yang ingin memanfaatkan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi baik sebagai campuran dalam industri konstruksi maupun infrastruktur.
“PLN terbuka kepada masyarakat jika ingin berpartisipasi dalam memanfaatkan FABA. FABA merupakan material yang aman sehingga dapat diolah dan memberikan banyak manfaat,” tutup dia.

