IWIP Klaim Kelola FABA Terukur, Dorong Operasional Industri Lebih Ramah Lingkungan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat pengelolaan limbah abu terbang dan abu dasar (FABA) guna menjaga kualitas lingkungan di kawasan industri Weda Bay. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan operasional di tengah ekspansi industri hilirisasi.
Fly ash dan bottom ash merupakan residu dari pembakaran batubara di pembangkit listrik tenaga uap. Kedua material ini berpotensi mencemari lingkungan jika tidak dikelola secara tepat.
Corporate Environmental Manager IWIP Yofi Safutra mengatakan perusahaan telah menerapkan sistem pengendalian emisi berbasis teknologi. Pendekatan ini dirancang untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Fly ash yang dihasilkan dari proses pembakaran ditangkap menggunakan teknologi Electrostatic Precipitator (ESP) dengan tingkat efisiensi yang tinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/4/2026).
Lebih lanjut, teknologi ini berfungsi menahan partikel agar tidak terlepas ke udara bebas. Selain itu, bottom ash yang berukuran lebih besar juga dikelola secara terkontrol.
IWIP memastikan seluruh proses pengelolaan FABA mengacu pada regulasi nasional dan dokumen lingkungan yang berlaku. Perusahaan juga melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala untuk memastikan kepatuhan terhadap baku mutu.
Baca Juga
“Kami juga melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan parameter lingkungan lainnya secara berkala,” kata Yofi. Langkah ini penting untuk menjaga standar operasional industri tetap sesuai ketentuan.
Dari sisi ekonomi sirkular, FABA tidak hanya dikelola sebagai limbah tetapi juga dimanfaatkan kembali. Material ini digunakan sebagai bahan baku alternatif untuk produk konstruksi.
IWIP memanfaatkan FABA untuk pembuatan batako, paving block, hingga campuran beton. Produk tersebut digunakan dalam pembangunan infrastruktur internal seperti fasilitas karyawan dan jalur pedestrian.
Pendekatan ini dinilai mampu menekan limbah sekaligus meningkatkan efisiensi biaya konstruksi. Perusahaan menilai pengelolaan terukur menjadi kunci menjaga keseimbangan antara ekspansi industri dan keberlanjutan lingkungan.

