XL Axiata (EXCL) Masih Diskusi dengan Operator Lain Soal Pembatasan Nominal Transfer Pulsa
JAKARTA, investortrust.id - PT XL Axiata Tbk (EXCL) belum bisa memastikan apakah rencana pemerintah untuk membatasi nominal transfer pulsa ponsel maksimal Rp 1 juta per hari akan berdampak negatif terhadap operator seluler.
Group Head Corporate Communications & Sustainability XL Axiata Reza Mirza mengatakan, perseroan masih mengkaji apakah kebijakan yang dilakukan untuk mempersempit ruang gerak perjudian daring (judi online) itu menghambat transaksi jual beli pulsa ponsel. Saat ini, XL Axiata masih berdiskusi dengan operator seluler lainnya di Tanah Air terkait dengan kebijakan tersebut.
"Saat ini, sedang ada diskusi bersama mengenai hal tersebut dengan para operator termasuk XL Axiata. Saat ini kami masih mempelajari mengenai hal tersebut," katanya ketika dihubungi oleh Investortrust pada Senin (5/8/2024).
Baca Juga
Transfer Pulsa Dibatasi Maksimal Rp 1 Juta Per Hari, Ini Respons Indosat (ISAT)
Walaupun demikian, Reza menyatakan bahwa pihaknya mendukung segala upaya pemerintah untuk memberantas judi online yang kian meresahkan. Termasuk mencegah pemanfaatan pulsa ponsel untuk deposit judi online guna mengelabui pelacakan yang dilakukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Pada prinsipnya, kami sangat mendukung untuk pemberantasan judi online dengan cara yang paling tepat," tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan pulsa disinyalir digunakan untuk transaksi judi online. Dirinya mengaku menemukan transfer pulsa dengan nominal yang terbilang fantastis hingga Rp2 miliar.
"Transfer pulsa maksimal Rp 1 juta per hari, karena transaksi judi online ini pakai mata uang pulsa. Sehari bisa (transfer pulsa ponsel) Rp 100 juta-Rp 2 miliar, itu mah bisa gempor buat telepon," katanya di Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2024).
Baca Juga
Cegah Transaksi Judi Online, Transfer Pulsa Dibatasi Maksimal Rp 1 Juta
Pria yang juga dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Pro Joko Widodo (Jokowi) itu memastikan kebijakan tidak akan mengganggu aktivitas perdagangan pulsa. Sebab, nomor ponsel milik pedagang atau agen pulsa akan mendapatkan pengecualian atau whitelist.
"Kami sudah diskusi dengan operator seluler, nanti ada yang namanya whitelist, yang ada dalam daftar whitelist itu adalah agen atau dealer pulsa beneran, itu mereka nggak apa-apa untuk transfer Rp 100 juta atau Rp 200 juta, karena arahnya jelas," ujarnya.
Sementara, nomor tak masuk ke whitelist dan melakukan transfer dalam jumlah besar itu dilarang untuk mentransfer pulsa dalam jumlah lebih dari Rp 1 juta.

