Indonesia Jadi Bagian Penting Strategi Global Hyundai di Mobil Listrik, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Pakar otomotif dan akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menilai, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pasar Indonesia sangat penting dalam strategi global Hyundai untuk pengembangan mobil listrik. Pertama, potensi pasar yang besar dengan populasi terbesar keempat di dunia dan kelas menengah yang diprediksi akan cepat bertumbuh.
“Respons pasar terhadap mobil listrik Hyundai di Indonesia sejauh ini cukup positif. Model-model seperti IONIQ 5 dan KONA Electric telah mendapatkan perhatian yang cukup besar dari konsumen,” ungkap Yannes saat dihubungi investortrust.id, Sabtu (29/7/2024).
Kedua, sumber daya alam yang melimpah, khususnya cadangan dan produsi nikel terbesar di dunia yang ada di Indonesia, sebagai bahan baku penting untuk baterai mobil listrik, telah memberikan keuntungan strategis. Lalu, dukungan pemerintah Indonesia melalui kebijakan dan insentif, menciptakan lingkungan kondusif bagi pertumbuhan pasar mobil listrik.
Baca Juga
Kemudian, Hyundai menjadikan Indonesia basis produksi regional, dengan pabrik di Cikarang yang memproduksi IONIQ 5 dan model lainnya.
“Terakhir, pasar Indonesia memungkinkan uji coba teknologi dan inovasi terbaru serta peluang ekspor ke negara-negara Asia Tenggara dan Australia, memperkuat posisi Hyundai di pasar global,” ujar Yannes
Hyundai juga dengan aktif menumbuhkan minat masyarakat untuk bertransisi ke mobil listrik, dengan mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen Indonesia.
“Mobil listrik Hyundai juga dilengkapi dengan teknologi terkini seperti baterai berkapasitas besar, sistem pengisian daya cepat, dan fitur canggih lainnya, serta memiliki desain yang modern dan stylish,” terangnya.
Selain itu, Hyundai juga meningkatkan infrastruktur pengisian daya dengan bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan swasta, dan penyedia layanan pengisian daya untuk memperluas jaringan stasiun pengisian daya di seluruh Indonesia, serta menyediakan solusi pengisian daya di rumah bagi konsumen.
Baca Juga
Terakhir, Hyundai fokus pada pengalaman pelanggan dengan menyediakan aplikasi Hyundai Bluelink untuk kontrol jarak jauh dan layanan pelanggan yang responsif.
“Hyundai termasuk yang memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem transportasi di IKN,” kata Yannes.
Lebih lanjut, kolaborasi Hyundai dengan pemerintah sangat krusial dalam memperluas pasar EV di Indonesia. Kebijakan dan regulasi seperti insentif pajak, subsidi pembelian, kemudahan perizinan, dan standar emisi yang ketat dinilai dapat mendorong adopsi EV.
Yannes mencermati, Hyundai dalam kolaborasinya dengan LG Chem, semakin memastikan suplai baterai terjamin, dan bukan tidak mungkin harganya kelak akan semakin terjangkau. Sementara itu, pemerintah juga tengah menggenjot penambahan SPKLU di banyak tempat. Hyundai sendiri menjalin kerja sama dengan PLN untuk membangun stasiun pengisian daya dan aktif dalam sosialisasi kebijakan EV.
“Kolaborasi ini penting untuk menciptakan pasar EV yang berkelanjutan di Indonesia,” pungkas Yannes.
Sebagai informasi, mobil listrik Hyundai ini diluncurukan pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang berlangsung selama 18-28 Juli 2024. Menurut laman resminya, Hyundai All-New KONA Electric dibanderol mulai harga Rp 500 juta dan IONIQ 5 dibanderol mulai Rp 722 juta. All-new KONA Electric akan menjadi EV pertama di Indonesia dengan baterai produksi lokal yang diluncurkan di GIIAS 2024.
Baca Juga
Hyundai: Masuk Supply Chain Global, Target Produksi Kendaraan Listrik Indonesia 600.000
Melalui acara GIIAS 2024, PT Hyundai Motors Indonesia juga menyerahkan 10 unit all-new KONA Electric secara simbolis kepada PT Blue Bird Tbk (Bluebird) yang nantinya akan digunakan dalam menunjang mobilitas yang lebih bersih di IKN Nusantara.
Hyundai Rangkul Blue Bird
President Director PT Hyundai Motors Indonesia, Woojune Cha mengatakan bahwa Hyundai dengan bangga membuktikan komitmen kami dalam percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan menghadirkan rantai pasok EV yang lengkap, ditandai dengan peresmian pabrik sel baterai HLI yang memproduksi baterai EV lokal pertama.
“Hal ini memungkinkan kami untuk menyerahkan all-new KONA Electric kepada mitra Bluebird dan 3 konsumen pertama setelah seminggu peluncurannya. Kedepannya, Hyundai akan terus memperkuat ekosistem EV kami, untuk memastikan pengalaman kepemilikan EV yang worry free bagi masyarakat Indonesia,” ujar Woojune dalam keterangan yang dikutip dari laman resmi hyundai.com, Minggu (28/7/2024)
Dalam kesempatan yang sama, President Director PT Blue Bird Tbk, Adrianto (Andre) Djokosoetono, mengapresiasi upaya Hyundai yang konsisten dalam penyediaan lini kendaraan listrik berkualitas tinggi guna mendekatkan mobilitas terbarukan yang lebih ramah lingkungan kepada masyarakat luas.
“Kami bangga mendapatkan kesempatan untuk menggunakan all-new KONA Electric dalam menunjang mobilitas bersih di IKN Nusantara, yang secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam komitmen Visi Keberlanjutan Blue Bird untuk mengurangi 50% emisi pada tahun 2030 dan membantu pemerintah dalam mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih cepat,” terangnya.

