Muhammadiyah Ungkap Alasan Bersedia Terima Tawaran Pemerintah Kelola Tambang Batu Bara
JAKARTA, investortrust.id - Organisasi Masyarakat (Ormas) Keagamaan Muhammadiyah kini telah menyatakan kesediaannya untuk menerima tawaran mengelola tambang batu bara yang diberikan pemerintah. Padahal, sejak beberapa bulan lalu ditawarkan, Muhammadiyah belum mengambil sikap.
Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Azrul Tanjung mengungkapkan, kesediaan Muhammadiyah dalam menerima tawaran pengelolaan tambang ini terjadi setelah melakukan pertimbangan-pertimbangan yang ilmiah.
“Muhammadiyah itu tidak pernah memutuskan sesuatu dengan emosional. Jadi pertimbangan-pertimbangan rasional. Kita butuh dua bulan atau tiga bulan untuk menyatakan siap menerima,” kata Azrul Tanjung saat ditemui di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Muhammadiyah Disebut Terima Konsesi Tambang Batu Bara, Begini Tanggapan MUI
Disampaikan oleh Azrul Tanjung bahwa selama tiga bulan ini PP Muhammadiyah melakukan diskusi, seminar, hingga mengundang para pakar, termasuk pakar lingkungan hidup, pakar sosial, pakar hukum, pakar pertambangan, dan juga praktisi sebelum membuat keputusan.
“Jadi kita lihat perimbangan antara mudarat dan maslahat. Kalau maslahatnya lebih besar dibandingkan dengan mudaratnya, kita akan ambil.
Tetapi kalau mudaratnya lebih besar, untuk apa kita ambil? Nah, sementara ini berdasarkan hasil pleno, kita melihat mudaratnya lebih kecil, manfaat lebih besar,” papar dia.
Azrul Tanjung lebih lanjut menyebutkan sejumlah hal yang dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan ini salah satunya adalah terkait dampak yang akan diberikan kepada masyarakat sekitar tambang.
Baca Juga
Muhammadiyah, lanjut dia, tidak ingin dengan mereka mengelola pertambangan maka akan membuat masyarakat di wilayah tersebut terusir atau kehilangan pekerjaan.
“Jangan menimbulkan konflik sosial. Misalnya mereka terusir dari lahan mereka sendiri. Walaupun mungkin lahan itu bukan punya mereka. Tapi Muhammadiyah gak mau kalau lahan itu nanti kita gunakan, yang sudah berladang di sana atau menetap di sana, mau dipindahkan ke mana?” jelas Azrul.
Ditegaskan oleh Azrul bahwa Muhammadiyah tidak akan mengorbankan umat dan masyarakat. Muhammadiyah disebutnya sudah berkonstribusi luar biasa bagi Indonesia.
Baca Juga
Jokowi Teken Perpres soal Syarat dan Mekanisme Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan
“Tidak mungkin Muhammadiyah mencederai apa yang sudah dia kerjakan selama ini. Muhammadiyah itu tidak akan mengorbankan dirinya hanya untuk sekedar mendapatkan tambang,” kata Azrul.
Selain itu, faktor lainnya yang juga menjadi pertimbangan PP Muhammadiyah sebelum mengambil keputusan ini adalah terkait dengan kerusakan lingkungan, dan juga hukum-hukum dalam pengelolaan tambang.

