Nilai Jual Rumah Tapak Tembus Rp 2,45 Miliar per Unit
JAKARTA, investortrust.id – Nilai rata-rata penjualan rumah tapak (landed house) sepanjang semester I-2024 menembus Rp 2,45 miliar per unit, melonjak 18,4% dibandingkan semester I-2023. Nilai penjualan rumah diperkirakan terus tumbuh sekitar 3% per tahun.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa permintaan produk-produk di segmen yang lebih tinggi sekarang meningkat. Tangerang memimpin dengan penyerapan per perumahan tertinggi, yaitu rata-rata 15 unit per bulan, disusul Bekasi 14 unit per bulan,” kata Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo saat dihubungi investortrust.id, Jumat (26/7/2024).
Baca Juga
Pengusaha Yakin Insentif Properti Bisa Dongkrak Penjualan Rumah, Ini Alasannya!
Berdasarkan hasil riset Cushman & Wakefield Indonesia, menurut Arief Rahardjo, pasokan produk baru yang diluncurkan pada semester I-2024 lebih sedikit dibandingkan semester II-2023, dengan total 2.979 unit yang dipasarkan di wilayah Jabodetabek dan Karawang.
“Pasokan di Tangerang terus mendominasi pasar, mencakup 59% dari penawaran baru, diikuti Bekasi sebesar 22%,” ujar Arief.
Dia memaparkan, unit segmen atas terus mendominasi pasokan baru pada semester I-2024 sebesar 38,3%, diikuti unit segmen menengah sebesar 24,3%. Dominannya pasokan baru segmen atas mencerminkan optimisme pasar yang besar pada segmen ini yang sudah terlihat sejak semester sebelumnya.
“Pada Juni 2024, rata-rata harga tanah di wilayah Jabodetabek mencapai Rp 12,54 juta per m2, menunjukkan peningkatan sebesar 0,9% dari tahun ke tahun,” papar dia.
Arief mengatakan, sepanjang semester I-2024, tingkat permintaan pasar terhadap sektor perumahan tapak terus meningkat dengan segmen menengah sekitar 29,5% dari total permintaan, diikuti segmen atas dan menengah atas yang masing-masing menyumbang 25,8% dan 25,5% dari total unit yang terjual.
“Sebagian besar dari permintaan ini atau sekitar 79% pembeli berasal dari end-user, yang merupakan kombinasi dari pemilik rumah pertama kali dan keluarga mapan yang mencari rumah lebih besar untuk memenuhi kebutuhan mereka yang terus meningkat,” tutur dia.
Baca Juga
Penjualan Rumah Desil 1-4 Diproyeksi Tetap Tinggi di 2024, Ini Kata Pakar
Arief Rahardjo menjelaskan, tingkat penyerapan bulanan rata-rata per perumahan menurun secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 30,5%, dengan rata-rata nilai serapan per perumahan sebesar Rp 33,3 miliar per bulan.
“Namun penurunan tersebut tidak serta merta menunjukkan penurunan daya beli pasar karena pasokan yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu ditawarkan selama semester ulasan dan beberapa perumahan telah mempersiapkan peluncuran klaster besar baru pada semester mendatang,” kata dia.

