Jadi Startup Aquatech Pertama di Asia, Ini Pencapaian eFishery di Sektor Akuakultur Indonesia
BANDUNG, investortrust.id - Perusahaan startup aquatech pertama dari Indonesia di Asia yang membangun ekosistem akuakultur berkelanjutan dengan teknologi untuk membantu budidaya ikan dan udang, eFishery telah memberikan berbagai dampak positif terhadap sektor akuakultur di Indonesia.
Beroperasi sejak 2013, eFishery telah mendukung lebih dari 200.000 pembudidaya dengan lebih dari 1,1 juta kolam tersedia. Kemudian, eFishery juga memiliki empat produk unggulan yang hadir di 280 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.
Chief Product Officer dan Co-Founder eFishery Chrisna Aditya mengungkapkan, eFishery juga telah membuka akses untuk lebih dari 22.000 pembudidaya ke institusi finansial yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Kabayan.
"Kami tidak memberikan pendanaan, tapi kami menghubungkan dengan institusi keuangan yang ada, yang terdaftar di OJK," ujar Chrisna saat ditemui di Kantor eFishery dalam acara Kunjungan Wirausaha Sosial bersama PT Bank DBS Indonesia di Bandung, Rabu (24/7/2024).
Chrisna menyampaikan, melaui eFeeder, yakni eFishery bisa mempercepat siklus panen hingga lebih kurang selama 74 hari dengan teknologi tersebut.
Untuk diketahui, eFeeder sendiri merupakan teknologi pemberi pakan otomatis yang berfokus pada efisiensi pakan dan pengurangan limbah. Dengan menggunakan eFeeder, pembudidaya ikan dapat meningkatkan efisiensi pakan hingga 30% dan kapasitas produksi hingga 25%.
Lebih lanjut, Chrisna menyebut, berdasarkan data terbaru, eFishery juga memfasilitasi Rp 8 triliun total penjualan ikan air tawar dan udang, serta memfasilitasi Rp 4 triliun total transaksi penjualan pakan ikan dan udang di 2022. Di mana, eFishery memiliki fokus pada pembudidayaan ikan nila, gurame, patin, lele, mas, bandeng, bawal, dan beberapa jenis ikan air tawar lainnya, serta udang.
Di sisi lain, ia membeberkan, eFishery memiliki target untuk mengekspor ikan dan udang yang mereka miliki ke berbagai negara lain, meskipun sebelumnya pada tahun lalu perusahaan telah mulai melakukan ekspor ke Amerika Serikat (AS) dan China.
"Ekspor sebenarnya kita sudah mulai dari tahun kemarin, itu ke US, China. Kita kirim produknya ke China, ke US, kita kerjasama dengan semacam supermarket disana," kata Chrisna.
Sebagai tambahan informasi, eFishery sendiri merupakan salah satu perusahaan yang menerima pendanaan hijau dari Bank DBS Indonesia senilai Rp 500 miliar. Di mana, ini merupakan pendanaan pertama Bank DBS Indonesia pada sektor aquatech sekaligus pinjaman pertama bagi eFishery sejak didirikan pada tahun 2013 silam.
Selama 35 tahun perjalanannya, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk tidak hanya memberikan pengalaman perbankan yang menyenangkan bagi nasabah, tetapi juga menghidupkan 'spark' di dalam masyarakat untuk berkontribusi positif demi masa depan yang berkelanjutan.

