Kepala Bapanas Klaim Bantuan Pangan Beras Turunkan Angka Kemiskinan
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, bantun pangan 10 kilogram (kg) beras berkualitas baik yang dikelola oleh Perum Bulog telah membantu sepertiga konsumsi beras suatu keluarga miskin.
Menurut Arief, program bansos pangan beras tersebut turut andil dalam menurunkan tingkat kemiskinan selama periode Maret 2023 sampai Maret 2024, karena mampu menjadi penyokong ekonomi masyarakat miskin.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) disebutkan, jumlah penduduk miskin pada Maret 2024 sebesar 25,22 juta orang, menurun sebanyak 0,68 juta dibanding periode Maret 2023 yang kala itu berjumlah 25,90 juta orang.
Baca Juga
Kebutuhan Dalam Negeri Tercukupi, Bos Bapanas Dukung Penguatan Ekosistem Gula Nasional
"Bantuan pangan beras yang telah disalurkan sejak 2023 memang pemerintah yakini dapat menjadi bantalan ekonomi bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Setidaknya sepertiga kebutuhan berasnya telah terpenuhi,” ucapnya, Kamis (18/7/2024).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2024, rerata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,78 orang. Jika dikaitkan dengan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) BPS pada Maret 2023, rerata konsumsi beras per kapita dalam sebulan 6,650 kg di tahun 2023.
Dengan kata lain, Arief menilai, rumah tangga miskin dalam sebulan setidaknya membutuhkan beras 31,78 kg. Melalui solongN beras dari bansos pangan sejumlah 10 kg, maka sepertiga kebutuhan beras dalam sebulan telah terpenuhi.
Baca Juga
Bansos Pangan Dilanjut hingga Desember 2024, Anggarannya Rp 11 Triliun
"Banpang beras sejak April 2023 telah kita mulai. Total alokasinya 7 bulan di 2023 dan lanjut lagi 9 bulan di 2024. Kami bersyukur berkat program ini turut andil dalam penurunan kemiskinan, sehingga memang tepat kalau banpang beras terus berlanjut ke depannya," ungkap Arief.
Seperti diketahui, program bantuan pangan beras ini akan dilaksanakan kembali di Agustus, Oktober, dan Desember 2024. Bantuan itu pun akan disalurkan kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM).

