Lifting Migas Pertamina Hulu Rokan Capai 59 Juta Barel di 2023
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) WK Rokan mencatatkan lifting migas hingga 59 juta barel selama tahun 2023. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun 2022 yang sebesar 57,3 juta barel.
Lifting terakhir pada akhir tahun 2023 melengkapi rata-rata produksi harian sekitar 162 ribu barel minyak per hari (BOPD). Sementara sejak alih kelola WK Rokan, PHR telah melakukan lebih dari 1.000 tajak sumur baru untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Benny Lubiantara, mengatakan bahwa pencapaian PHR dalam pemenuhan energi nasional sudah sangat baik. Bahkan, saat ini PHR menjadi penghasil minyak tertinggi di Tanah Air.
Baca Juga
Presiden Jokowi Apresiasi Blok Rokan, Penghasil Migas Terbesar di Indonesia
“Kami apresiasi atas pencapaian PHR di 2023, tahun 2024 mudah-mudahan lebih gemilang,” kata Benny, saat meninjau area operasi PHR di Dumai, dikutip dari keterangan resmi, Senin (8/7/2024)
Menurutnya, kegiatan migas PHR selama ini telah berjalan lancar, andal dan selamat. Ia berharap di tahun 2024 bisa melakukan persiapan dan pencapaian yang lebih baik lagi untuk mendukung ketahanan energi nasional.
“Tentunya kami ingatkan agar safety tetap dijaga, lifting tercapai, jumlah sumur meningkat dan lain-lain. Tantangan kita kedepan lebih berat, namun dengan kolaborasi kita pasti akan mencapainya,” ujar dia.
Sementara itu, EVP Upstream Business PT Pertamina Hulu Rokan WK Rokan, Edwil Suzandi menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan PHR dalam menjaga produksi pada tahun 2024 adalah dengan melakukan inovasi teknologi guna meningkatkan produksi dari sumur-sumur migas WK Rokan.
Baca Juga
Jokowi Ungkap Produksi Blok Rokan Lebih Tinggi setelah Dikuasai Pertamina
“Kami terus berupaya menahan laju penurunan produksi alamiah dengan menerapkan praktik-praktik dan kinerja terbaik dalam operasi. Aktivitas ini memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan energi nasional, dan alhamdulillah saat ini kita menjadi produsen minyak terbesar di Indonesia,” ungkapnya.
Dengan capaian rata-rata produksi pada 2023, PHR telah mencapai lebih dari seperempat produksi migas nasional dari Areal BMN Tanah yang dikelola seluas kurang lebih 50.800 hektare (ha). Adapun lebih dari 59 juta barel produksi PHR yang dilifting tahun 2023 terdiri dari Sumatran Light Crude dan Duri Crude.
“Seluruh lifting produksi PHR disalurkan ke kilang domestik Pertamina. Untuk mendukung pencapaian target lifting nasional, PHR memastikan keandalan peralatan, kesiapan personil serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan peraturan yang berlaku. Hal tersebut juga untuk mendukung operasi 24 jam terkait penimbunan dan penyaluran minyak mentah,” jelas Edwil.

