Menperin Akan Pelajari Isu Sritex Bangkrut
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita akan mempelajari isu yang menyebut pabrik tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) mengalami kebangkrutan.
“Itu harus kita pelajari mengapa bangkrut,” ujar Agus di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/6/2024).
Baca Juga
Pendapatan Sritex (SRIL) Anjlok 47,59% di Tengah Ancaman Delisting Saham
Agus mengatakan perlu mempelajari model bisnis yang dilakukan Sritex. Hal ini karena kondisi yang dialami industri tekstil dan kain di beberapa lokasi mengalami kelesuan.
“Apakah bangkrutnya murni karena tekstil apakah ada masalah-masalah yang dihadapi pusat,” kata dia.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sritex memberikan klarifikasi mengenai akurasi berita kepailitan.
“Tidak benar, karena perseroan masih beroperasi dan tidak ada putusan pailit,” tulis Direktur Keuangan Sritex Welly Salam, diakses Senin (24/6/2024).
Welly mengatakan Sritex juga telah menjalani restrukturisasi melalui penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) di Indonesia, moratorium di Singapura dan Amerika Serikat (AS). Terkait dengan restrukturisasi anak perusahaan Golden Mountain Pte Ltd di Singapura, Welly mengatakan belum ada penyelesaian. Hal ini karena belum tercapainya perdamaian dengan para kreditur sehingga perseroan belum dapat melanjutkan penetapan restrukturisasi di AS.
Baca Juga
Dia mengatakan restrukturisasi lewat PKPU sudah selesai dan berkekuatan hukum tetap sesuai putusan PKPU tertanggal 25 Januari 2022 atas perkara PKPU Nomor 12/Pdt-Sus-PKPU/2021/PN Niaga Semarang.
“Perseroan telah memohon relaksasi kepada kreditur dan mayoritas sudah memberikan persetujuan atas relaksasi tersebut,” kata dia.

