Yili Indonesia Dairy Klaim 67% Tenaga Kerja Pabrik Joyday dari Penduduk Lokal
Bekasi, investortrust.id – PT Yili Indonesia Dairy, anak usaha Yili Group asal China, mengklaim telah menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 97% di pabrik es krim Joyday yang berlokasi di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67% adalah penduduk di sekitar pabrik tersebut.
“Dalam memenuhi kebutuhan produksi, PT Yili Indonesia didukung oleh tenaga kerja lokal. Saat ini, 67% tenaga kerja di pabrik es krim Joyday berasal dari daerah sekitar area pabrik. PT Yili Indonesia Dairy juga memastikan alih teknologi pada tenaga kerja Indonesia melalui pelatihan yang berkesinambungan,” kata Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao dalam acara media visit ke pabrik Joyday di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/5/2024).
Yu Miao merinci, komposisi tenaga kerja di pabrik Joyday sebanyak 67% dari warga sekitar pabrik (Kecamatan Bojongmangu), 30% dari luar Kabupaten Bekasi, dan 3% tenaga kerja asing.
Baca Juga
Yili Indonesia Dairy Ekspor 1.000 Ton Es Krim Joyday per Tahun ke 16 Negara
Pabrik Joyday senilai Rp 2 triliun tersebut mampu memproduksi es krim sekitar 159 ton per hari. Yu Miao pun mengatakan pihaknya akan membangun tahap kedua dengan perkiraan produksi mencapai 184 ton per hari. Dengan realisasi kedua pabrik tersebut, dia meyakini produksi es krim Joyday mampu mencapai 4 juta per hari.
Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi kuartal I-2024 mencapai Rp 401,5 triliun. Di mana, realisasi investasi tersebut menyerap 547.419 tenaga kerja baru di Indonesia.
Dari 500.000 lebih tenaga kerja baru tersebut, didominasi dari investasi Penyertaan Modal Asing (PMA) sebanyak 328.073 tenaga kerja. Realisasi investasi yang berasal dari PMA sebesar Rp 204,4 triliun, tumbuh 15,5% (year-on-year/YoY).
Kemudian, sebanyak 219.346 tenaga kerja berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Yang mana, realisasi nilai investasi dari PMDN sejumlah Rp 197,1 triliun atau tumbuh 29,7% (YoY).

