Kecepatan Internet RI Kalah dengan Negara Tetangga, Ini Penyebabnya
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengungkap penyebab kecepatan internet di Indonesia kalah cepat dibandingkan dengan negara tetangga.
Menurut Staf Ahli Menkominfo Mochamad Hadiyana hal itu karena beberapa operator telekomunikasi tidak melakukan perawatan jaringannya dengan baik, khususnya jaringan kabel fiber optik. Hal tersebut berpengaruh terhadap pengiriman data atau kecepatan internet.
“Kalau rusak atau tidak dirawat itu akan menyebabkan peredaman terhadap sinyal komunikasi,” katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2024).
Kemudian, masih ada operator telekomunikasi yang membatasi kecepatan internetnya ke pelanggan. Salah satunya ketika pelanggan sudah mencapai batas penggunaan yang ditentukan atau fair usage policy (FUP).
Baca Juga
Terlalu Banyak dan Membebani, Operator Internet Minta Keringanan Biaya Regulasi
“Kapasitas tentunya bisa diatur juga oleh operator [telekomunikasi]. Misalnya dia memberikan kapasitas lebih kepada pengguna atau pelanggan, melebihi yang dibutuhkan,” paparnya.
Dari sisi konsumen atau pengguna, menurut Hadiyana masih banyak yang menggunakan perangkat usang. Tentu, kemampuannya tidak sebaik perangkat terbaru dan kinerjanya menurun seiring waktu.
“Alat yang bisa dibilang sudah tertinggal teknologinya atau penggunaan perangkat lunak yang tertinggal kadang mengganggu kecepatan dari internet,” ungkapnya.
Walaupun demikian, Hadiyana optimistis kecepatan internet di Tanah Air bisa lebih cepat, setidaknya sama dengan negara-negara tetangga. Sejalan dengan itu, cakupan area yang mendapatkan akses internet juga akan diperluas, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca Juga
Pemerintah Ingin Starlink Hadir di Wilayah RI Tanpa Akses Internet
“Saya optimistis Indonesia bisa menambah kecepatan broadband-nya, tetapi tidak harus peringkat satu sampai lima dunia, karena kalau saya lihat negara lain juga sama-sama meningkatkan kecepatan internetnya. Kita juga perlu lihat kondisi geografis kita,” tuturnya.
Mengacu pada The Speedtest Global Index by Ookla, per April 2024 median kecepatan internet fixed broadband Indonesia sebesar 29,37 megabit per detik (Mbps) atau berada di urutan 128 dunia.
Adapun, di Asia Tenggara peringkat Indonesia untuk kecepatan internet fixed broadband masih kalah dengan Laos (121), Kamboja (107), Brunei (74), Filipina (52), Vietnam (47), Malaysia (45), Thailand (10), dan Singapura (1).

