Bauran EBT Jawa Barat Tembus 23,58%, PLTS Atap Industri Capai 350 MW
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat mengungkapkan porsi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi Jawa Barat mencapai 23,58% pada 2025. Capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan sebesar 20,1%, salah satunya didorong peningkatan pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di sektor industri.
Kepala Bidang Energi Dinas ESDM Jawa Barat, Permadi Mohamad, menyebut kapasitas PLTS atap yang telah terpasang di sektor industri di wilayah tersebut mencapai sekitar 350 megawatt (MW). Pemanfaatan energi surya itu diperkirakan berkontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) sekitar 537.000 ton CO2e per tahun.
Baca Juga
Kementerian ESDM dan PKP Sinergikan Pembangunan Perumahan Berbasis Jargas dan PLTS
"Data terakhir kita punya 2025, kita sudah 23,58%. Posisinya kita sudah 23,58% dari target 2025 itu 20,1%, jadi alhamdulillah Jawa Barat itu sudah melewati target," ujar Permadi dalam acara peresmian PLTS atap CCEP Indonesia di Bekasi, Rabu (4/11/2026).
Menurut Permadi, kontribusi sektor industri dalam transisi energi Jawa Barat tidak terlepas dari perannya terhadap perekonomian daerah. Sektor industri pengolahan menyumbang sekitar 41% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Barat, sehingga ketersediaan energi menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Selain meningkatkan porsi EBT dan menurunkan emisi GRK, pemerintah daerah juga memperhatikan indikator intensitas energi primer. Indikator tersebut mengukur perbandingan konsumsi energi terhadap PDRB, sehingga penggunaan energi diharapkan mampu menghasilkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
"Bagaimana penggunaan energi di Jawa Barat secara keseluruhan ini bisa menghasilkan produktivitas, bisa menghasilkan kenaikan ekonomi. Jadi tentunya bagaimana kita dorong penggunaan energi ini lebih kepada sektor-sektor produktif seperti halnya industri manufaktur," kata Permadi.
Baca Juga
CCEP Indonesia Resmikan PLTS Atap 1,4 MWp di Bekasi 2 'Plant', Pangkas Emisi 1.180 Ton Per Tahun
Permadi menilai energi surya memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena pemanfaatannya tidak hanya bergantung pada pembangkit berskala besar, tetapi juga dapat dilakukan secara terdesentralisasi melalui PLTS atap oleh pelaku industri maupun masyarakat.
Berdasarkan pemetaan potensi EBT Jawa Barat pada 2023, total potensi energi terbarukan di wilayah tersebut mencapai sekitar 192 gigawatt (GW), dengan potensi energi surya mencapai 147 GW.
"Yang baru termanfaatkan itu hanya sekitar 4,19 GW. Jadi baru 2,1%-nya, sehingga potensi untuk pengembangannya demikian besar, dan yang terbesar potensinya memang energi surya di Jawa Barat ini, sampai dengan 147 GW," tutur Permadi.
