Kadin Bidik Dashboard Rantai Pasok Nasional, Dorong Industri RI Tembus Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berencana mengembangkan dashboard data rantai pasok serta ekspor-impor untuk memetakan peluang bisnis bagi pelaku usaha di pasar domestik dan global. Inisiatif ini diharapkan membantu dunia usaha mengidentifikasi kebutuhan pasar sekaligus memperkuat daya saing produk industri nasional.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia Erwin Aksa mengatakan, pengembangan dashboard tersebut menjadi salah satu rencana Kadin bersama Profesor Cesar Hidalgo, akademisi yang dikenal melalui konsep economic complexity atau kompleksitas ekonomi.
“Salah satu dari rencana kami di Kadin dengan Profesor Cesar ini adalah untuk membuat dashboard data Indonesia. Data supply chain Indonesia dan data ekspor, data impor Indonesia,” ujar Erwin dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (TIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Menurut Erwin, ketersediaan data yang terintegrasi dapat membantu pelaku usaha melihat peluang ekspor, mengidentifikasi barang yang masih perlu diimpor, serta memetakan produk Indonesia yang berpotensi memasuki pasar internasional. Pasar yang menjadi sasaran antara lain Eropa, Amerika, dan Afrika.
“Jadi kita harus membuat dashboard yang bagus yang bisa dilihat oleh pelaku usaha supaya pelaku usaha bisa melihat bagaimana kebutuhan supply chain bukan hanya di dalam negeri, tetapi di seluruh dunia,” kata dia.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Dorong Penerapan Aturan HAM Jadi Jalan UMKM Naik Kelas
Selain pemetaan perdagangan, Kadin juga mendorong pengembangan industri nasional agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Erwin menilai Indonesia perlu memperbesar produksi barang dengan tingkat kompleksitas dan nilai tambah lebih tinggi, seperti elektronik, produk hilirisasi otomotif, hingga suku cadang pesawat.
Dia menyebut, pendekatan economic complexity dapat disinergikan dengan agenda pertumbuhan ekonomi untuk mendorong modernisasi industri dan peningkatan kemampuan produksi nasional. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat semakin terintegrasi dalam proses produksi di dalam negeri.
“Kita ingin produk-produk yang diproduksi oleh bangsa Indonesia ini adalah produk-produk yang kompleks, seperti electronics, seperti downstream industry di bidang otomotif, spare parts-spare parts pesawat, dan sebagainya,” tutur Erwin.
Erwin menambahkan, penguatan industri berbasis produk kompleks akan memberikan nilai ekonomi lebih besar dibandingkan hanya mengekspor komoditas mentah seperti sawit, batu bara, dan nikel. Karena itu, pemetaan rantai pasok dan peluang pasar dinilai penting untuk membantu dunia usaha menentukan sektor yang berpotensi dikembangkan.
Terkait kemungkinan kerja sama dengan Danantara, Erwin berharap kolaborasi dapat terjalin untuk mendukung agenda tersebut. Pengembangan dashboard data perdagangan dan rantai pasok diharapkan menjadi salah satu instrumen bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan perdagangan global.
