Sandiaga Uno Dorong Inovasi dan Teknologi AI untuk Dongkrak Produktivitas Pertanian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Founder Yayasan Inotek Sandiaga Uno mendorong pemanfaatan inovasi dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian Indonesia.
Sandiaga mengatakan, pengembangan sektor pertanian ke depan perlu ditopang tiga aspek utama, yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Ketiganya diperlukan agar sektor pertanian mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kondisi iklim.
“Pertama, inovasinya. Jadi inovasi apa? Karena Pak Prabowo ingin membawa nutrisi dan sektor pangan menjadi andalan. Jadi inovasi kita apa? Jangan kita masih tetap itu lagi, itu lagi. Harus ada inovasi menggunakan teknologi AI mungkin, drone mungkin,” ujar Sandiaga dalam sambutannya pada acara Agrinex 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga
Sandiaga: Petani Harus Sejahtera dan Jadi Magnet bagi Generasi Muda
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pertanian perlu terus dikembangkan agar proses produksi menjadi lebih presisi dan produktif. Inovasi juga dibutuhkan untuk mendorong transformasi sektor pertanian, sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah, tetapi mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Mantan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta ini menilai, penguatan inovasi pertanian harus berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim. Hal ini lantaran sektor pertanian menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang dapat memengaruhi keberlanjutan produksi.
Dia mencontohkan, upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dapat dilakukan melalui rehabilitasi lahan yang mengalami degradasi serta pengembangan ekonomi hijau. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat membuka peluang ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Selain inovasi dan adaptasi, Sandiaga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi diperlukan untuk memperkuat ekosistem agribisnis agar semakin produktif, efisien, dan memiliki daya saing.
"Di sini kita ingin mendorong sustainability sspek keberlanjutan, aspek keberlanjutan yang akan mendorong daya saing Indonesia kita," terang Sandiaga Uno.
Baca Juga
Lebih lanjut, Sandiaga menilai penguatan ekosistem agribisnis juga berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan dukungan teknologi, kepastian pasar, inovasi pembiayaan, dan kemitraan yang kuat, sektor pertanian diharapkan mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus menarik minat generasi muda.
Sandiaga berharap Agrinex dapat terus mendorong inovasi dan kolaborasi untuk memperkuat sektor agribisnis nasional, sehingga pertanian Indonesia semakin produktif, berkelanjutan, dan mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.
“Pertanian yang berkelanjutan, pertanian yang penuh dengan kolaborasi, termasuk dengan pemerintah dan dunia usaha, ini bisa memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan sektor pertanian Indonesia,” katanya.
