Sandiaga: Petani Harus Sejahtera dan Jadi Magnet bagi Generasi Muda
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Founder Yayasan Inotek, Sandiaga Uno mendorong peningkatan kesejahteraan petani agar sektor pertanian semakin menarik dan menjadi magnet bagi generasi muda. Perubahan citra petani menjadi profesi yang menjanjikan perlu didukung kepastian pasar, inovasi pembiayaan, serta kemitraan yang kuat.
Sandiaga mengatakan, selama ini profesi petani masih kerap dipandang sebagai pekerjaan dengan penghasilan terbatas dan kurang menjanjikan. Persepsi tersebut perlu diubah agar semakin banyak anak muda, termasuk generasi Z, tertarik untuk terjun ke sektor pertanian.
“Petani ke depan harus sejahtera. Petani ke depan harus kaya,” ujar Sandiaga saat menghadiri acara Agrinex 2026 di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Baca Juga
Prabowo Siapkan Pembiayaan Rp 400 Triliun, Petani hingga Nelayan Jadi Sasaran
Menurut Sandiaga, petani yang sukses dan sejahtera dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha di sektor pertanian. Sebaliknya, apabila profesi petani masih identik dengan keterbatasan ekonomi, sektor tersebut akan sulit menarik minat anak muda.
Mantan calon wakil presiden ini menilai, upaya meningkatkan daya tarik sektor pertanian perlu dilakukan melalui penguatan ekosistem agribisnis. Hal ini mencakup kepastian pasar, inovasi pembiayaan, kemitraan, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Sandiaga juga mendorong agar petani tidak hanya berperan sebagai produsen komoditas, tetapi turut menjadi bagian dari penciptaan nilai tambah dalam rantai bisnis pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka peluang usaha baru.
“Kalau pendapatannya terus meningkat, maka para petani itu menjadi pencipta lapangan kerja dan juga membuka ruang usaha,” ungkap Sandiaga.
Baca Juga
Kemarau Panjang Ancam Panen Cabai, Petani Hadapi Risiko Gagal Panen
Dia mencontohkan pengembangan Kampung Agrinex di Kecamatan Cikesik, Kabupaten Pandeglang, yang mengembangkan sejumlah komoditas hortikultura, seperti jeruk dekopon, alpukat, dan lengkeng.
Menurut Sandiaga, pengembangan komoditas tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan produk berkualitas dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pengembangan produk pertanian juga perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional hingga internasional.
"Karena itu perlu kepastian pasar, perlu inovasi pembiayaan kemitraan dan insya Allah, kalau fokus kepada sektor pangan. Maka para petani itu menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Sandiaga.
