Dompet Dhuafa Dorong Literasi CWLS, Negara Jadi Bagian dari Ekosistem Wakaf Uang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dompet Dhuafa mendorong peningkatan literasi masyarakat mengenai Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) sebagai instrumen wakaf uang yang menghubungkan dana sosial keagamaan dengan investasi pada surat berharga negara. Kehadiran negara dalam ekosistem tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam wakaf uang.
Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa, Izzudin Abdul Manaf, mengatakan CWLS menjadi salah satu perkembangan penting dalam pengelolaan wakaf uang di Indonesia. Instrumen ini membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami pemanfaatan dana sosial melalui mekanisme yang terhubung dengan sistem keuangan negara.
“Cash wakaf linked sukuk sudah dibuat ekosistemnya masuk ke dalam perbendaharaan negara. Sehingga diharapkan kepercayaan untuk masyarakat berpartisipasi pada wakaf ini juga akan meningkat karena negara juga ada, mem-backup ataupun memfasilitasi itu semuanya,” kata Izzudin dalam acara Talkshow Literasi Keuangan dan Kajian Syariah di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Izzudin, keterlibatan negara melalui ekosistem CWLS diharapkan memberikan dorongan bagi masyarakat untuk berwakaf. Dukungan dan fasilitasi pemerintah juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan wakaf uang.
Baca Juga
Dua Masjid Bandung Dibidik Masuk Pasar Modal Lewat Wakaf Produktif
CWLS sendiri merupakan instrumen yang menggabungkan wakaf uang temporer dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dalam mekanisme ini, dana pokok wakaf ditempatkan pada sukuk negara, sedangkan imbal hasilnya dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program sosial. Dengan demikian, wakaf tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
General Manager of Waqf Fundraising Dompet Dhuafa, Ali Bastoni, memaparkan penghimpunan pokok wakaf melalui CWLS seri 4 hingga seri 6 mencapai Rp 35,7 miliar. Dari dana tersebut, imbal hasil yang dihasilkan telah mencapai Rp 2,5 miliar.
"Nah, imbal hasil inilah yang kemudian untuk program-program yang ada. Di seri 4 itu untuk digitalisasi, kemudian untuk beasiswa. Terus seri 5, pembangunan asrama, pengadaan alkes di Rumah Sakit AKA Medika. Kemudian seri 6 pembangunan asrama, kemudian juga pengadaan layanan ambulans,” sebut Ali.
Dompet Dhuafa menilai peningkatan literasi mengenai CWLS menjadi bagian penting untuk memperluas partisipasi publik. Pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pengelolaan dana, keterlibatan negara, serta pemanfaatan hasil wakaf diharapkan dapat mendorong masyarakat melihat wakaf uang sebagai instrumen sosial yang memiliki manfaat nyata dan berkelanjutan.
