Bank Mega Syariah Perkuat Ekosistem Wakaf Lewat CWLS dan CWLD, Catat Pemesanan Rp 104,27 Miliar di SWR005
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank Mega Syariah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem wakaf di Indonesia melalui keterlibatannya sebagai mitra aktif dalam program Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) dan pengembangan instrumen baru Cash Waqf Linked Deposit (CWLD).
Digital Business Group Head Bank Mega Syariah Sigit Suryawan mengungkapkan, CWLS merupakan produk investasi syariah yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI yang memungkinkan masyarakat menyalurkan wakaf uang secara temporer.
Dana yang terkumpul diinvestasikan ke dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), sementara imbal hasilnya digunakan untuk mendanai program-program wakaf produktif seperti beasiswa, pembangunan fasilitas kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat.
Menurut Sigit, hingga 2024 CWLS telah memasuki seri kelima, yaitu Sukuk Wakaf Ritel (SWR005). Dalam seri terbaru ini, Bank Mega Syariah mencatatkan pemesanan sebesar Rp 104,27 miliar, naik signifikan dari Rp 84,79 miliar di SWR004 tahun 2023, Rp 5,58 miliar di SWR003 tahun 2022, dan Rp 8,49 miliar di SWR002 pada 2021.
“Peningkatan nilai pemesanan ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar dalam menyalurkan wakaf uang melalui Bank Mega Syariah. Hal ini sekaligus mencerminkan peran aktif kami dalam memperkuat instrumen keuangan sosial syariah di Indonesia,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (7/8/2025).
Baca Juga
Bank Mega Syariah Bidik Pertumbuhan Pembiayaan KPR 20% di 2025
Sebagai bentuk konkret pemanfaatan imbal hasil CWLS SWR005, lanjut Sigit, Bank Mega Syariah meluncurkan program Pemberdayaan Peternak Berbasis Pesantren di Indonesia Timur, bekerja sama dengan Pondok Pesantren Hidayatullah Kendari.
“Mencakup lima inisiatif utama, yaitu revitalisasi kandang, penyediaan cold storage berkapasitas 1 ton, pengadaan timbangan hewan, penambahan kapasitas ternak dan pakan juga nutrisi, serta dukungan modal kerja dan pendampingan insentif kepada para peternak,” katanya.
Selain CWLS, Bank Mega Syariah juga mengembangkan CWLD bersama Nazhir CT Arsa Foundation. Dana yang terkumpul dari CWLD telah digunakan untuk membiayai beasiswa bagi siswa berprestasi.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Tahap Pertama Program Poin Haji Berkah
Ke depan, Bank Mega Syariah tengah menjajaki kerja sama lebih lanjut dengan Badan Wakaf Indonesia (BWI) guna menghadirkan CWLD sebagai salah satu instrumen unggulan dalam penawaran deposito berbasis wakaf.
“Penerbitan CWLD menjadi bukti nyata peran Bank Mega Syariah sebagai LKS (Lembaga Keuangan Syariah) yang berkomitmen memberikan kemaslahatan bagi umat. Di sisi lain, penempatan dana wakaf dalam bentuk deposito turut berkontribusi dalam meningkatkan dana pihak ketiga (DPK),” ucap Sigit.
Per Juli 2025, total DPK Bank Mega Syariah tumbuh positif sebesar 9,67% secara year on year (yoy) mencapai Rp 11,66 triliun. Angka tersebut juga tumbuh 5,64% secara year to date (ytd) dari posisi Desember 2024 sebesar Rp 11,04 triliun.

