Adopsi AI di Perusahaan Terkendala Kesiapan SDM, Pelatihan Jadi Kunci
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - AI & Data Managing Director Accenture Indonesia Budi Ono mengatakan, tantangan penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) berbeda-beda bergantung pada tingkat pemanfaatannya di perusahaan.
Menurutnya, adopsi AI di perusahaan tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Pelatihan karyawan menjadi salah satu faktor penting agar implementasi AI dapat meningkatkan produktivitas dan memberikan nilai tambah bagi bisnis.
Budi menjelaskan, pada tahap awal, ketika AI digunakan untuk membantu pekerjaan sehari-hari, tantangan utama yang dihadapi perusahaan adalah memastikan karyawan mampu dan terbiasa menggunakan teknologi tersebut.
Ia menilai bahwa tidak semua karyawan memiliki kepercayaan diri untuk menggunakan AI. Sebagian masih khawatir melakukan kesalahan sehingga membutuhkan pendampingan dan pelatihan agar dapat memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal.
“Mohon maaf, enggak semuanya ini juga kita semua juga kalau pakai AI itu confident,” ujar Budi dalam panel diskusi yang digelar Indonesia Digital Meetup di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Baca Juga
AI Bakal Ubah Cara Konsumen Berbelanja, UMKM Perlu Siap Beradaptasi
Dia mencontohkan, terdapat karyawan perusahaan yang masih merasa takut ketika pertama kali menggunakan perangkat AI. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyediaan teknologi saja tidak cukup untuk mendorong adopsi AI di lingkungan kerja.
Karena itu, perusahaan perlu menyiapkan program peningkatan keterampilan atau skill enablement agar karyawan memahami cara menggunakan AI sesuai kebutuhan pekerjaan mereka.
Budi mengatakan, perusahaan yang memberikan pelatihan AI kepada karyawannya berpeluang memperoleh peningkatan produktivitas dibandingkan perusahaan yang hanya menyediakan perangkat tanpa disertai arahan dan pemahaman penggunaannya.
"Gimana sih caranya membuat company kita ini perusahaan, kalau employee-nya itu, orang-orangnya itu, memang familiar dengan AI tools. Dan survei membuktikan, ternyata perusahaan yang di-training AI, employee-nya di-training AI, itu menunjukkan produktivitasnya bisa naik dengan menggunakan AI tools," terangnya.
