Bahlil Minta Hambatan Ekspor Dipangkas, Daya Saing Produk RI Jadi Taruhan
Poin Penting
|
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meminta prosedur ekspor disederhanakan untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional. Ia menyoroti persetujuan teknis (pertek) yang dinilai masih menghambat kelancaran ekspor sehingga perlu segera disederhanakan.
Bahlil menegaskan, upaya memperluas akses pasar internasional harus diikuti dengan kemudahan prosedur bagi eksportir. Dengan demikian, peluang yang terbuka melalui perjanjian perdagangan bebas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha dalam negeri.
Baca Juga
Ekspor Nikel RI Kian Melesat, Bahlil Bidik US$45 Miliar Tahun Ini
“Hasil perjanjian perdagangan bebas yang sudah berlaku harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para eksportir Indonesia yang didukung dengan kemudahan prosedur ekspor. Prosedur ekspor jangan berbelit-belit. Pertek-pertek yang menghambat harus segera disimplifikasi untuk kemajuan ekspor,” ujar Bahlil saat memberikan sambutan pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, Rabu (14/10/2026).
Menurut Bahlil, penyederhanaan prosedur ekspor menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong peningkatan perdagangan internasional Indonesia. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa berbagai perjanjian perdagangan yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut,” ungkapnya.
Selain menyederhanakan prosedur ekspor, Bahlil menekankan pentingnya memperluas akses pembiayaan ekspor dan menyediakan asuransi dengan biaya terjangkau. Pemerintah juga perlu meningkatkan promosi produk Indonesia di pasar internasional, termasuk melalui pembukaan pusat-pusat promosi di negara tujuan.
Baca Juga
Ancam 'Lifting' Minyak 2026, Bahlill Ungkap Kebocoran Pipa Sumatra Berpotensi Hilangkan 2 Juta Barel
Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur sebagai pasar yang perlu terus dijajaki dan diperluas melalui kerja sama perdagangan internasional.
"Akses pembiayaan ekspor dan asuransi yang terjangkau. Selain itu kita juga harus terus melakukan promosi secara intensif ke negara-negara tersebut, di antaranya dengan membuka pusat-pusat promosi," terangnya.
