Ancam 'Lifting' Minyak 2026, Bahlill Ungkap Kebocoran Pipa Sumatra Berpotensi Hilangkan 2 Juta Barel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berpotensi kehilangan sekitar 2 juta barel minyak pada awal 2026 akibat kebocoran pipa minyak yang terjadi di wilayah Sumatra.
Insiden tersebut dinilai bisa berdampak pada capaian lifting minyak nasional yang telah ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Baca Juga
Pembangunan Pipa Gas Cisem Tahap 2 Sudah 86%, ESDM Siapkan Skema Pengelolaan
Bahlil menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target lifting minyak sebesar 610.000 barrel oil per day (BOPD) untuk 2026. Namun, pada awal tahun ini terjadi gangguan operasional akibat kebocoran pipa yang menyebabkan potensi kehilangan produksi minyak dalam jumlah signifikan.
“Lifting kita untuk 2026 sebesar 610.000 BOPD yang dimasukkan dalam RAPBN. Kami laporkan bahwa pada awal tahun ini kita mengalami sedikit musibah kecil di Sumatra. Pipa kita bocor dan kehilangan potensi loss kurang lebih sekitar 2 juta barel pada awal tahun,” ujar Bahlil dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Terkait insiden tersebut, Bahlil menegaskan akan memberikan sanksi kepada pejabat terkait di lingkungan Kementerian ESDM maupun badan usaha milik negara (BUMN) terkait yang mengerjakan proyek tersebut. Dia menilai kebocoran pipa tersebut memang merupakan kecelakaan, tetapi tetap terdapat unsur kelalaian.
“Jadi pipanya bocor, dan ini saya akan langsung memberikan sanksi kepada pejabat yang ada di ESDM dan di BUMN terkait karena saya anggap itu sebuah kecelakaan, tetapi ada ketidakihtiaran dari kami. Apa pun ceritanya, itu kesalahan kami,” tegas Bahlil.
Baca Juga
Kebocoran Pipa Gas TGI di Indragiri Hilir, Api Padam dalam 13 Jam dan Tak Ada Korban Jiwa
Sebelum ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan, pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Riau mengalami kebocoran. Peristiwa itu berdampak terhadap operasional produksi di Blok Rokan milik PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sebab, pipa tersebut mengalirkan gas ke pembangkit listrik yang menunjang operasional di Blok Rokan, milik PHR.
Laode mengatakan bahwa pipa yang bocor telah berhasil diperbaiki dan produksi minyak di Blok Rokan akan kembali puli dalam beberapa hari ke depan. "Kemarin saya komunikasi informasinya dalam 2 hari ke depan (normal kembali)," kata Laode, Rabu (21/1/2026).

