Begini Upaya Kadin Genjot Perdagangan Indonesia -Yunani Agar Tembus US$ 1 Miliar pada 2030
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peningkatan perdagangan bilateral Indonesia dan Yunani hingga mencapai US$ 1 miliar pada 2030. Target itu akan dikejar melalui penguatan promosi produk unggulan nasional, perluasan pasar ekspor, serta penjajakan peluang investasi dan kerja sama industri maritim.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengungkapkan, perdagangan Indonesia dan Yunani saat ini masih berada di kisaran US$ 300 juta. Angka tersebut dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha kedua negara.
“Tadi disampaikan juga oleh Pak Wakil Menteri Yunani, kita sama-sama menargetkan US$ 1 miliar pada 2030,” ujarnya, seusai Signing of the MoU between Enterprise Greece and Kadin Indonesia, di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga
RUU Kadin Masuk Babak Akhir, Anindya Bakrie Bidik Peran Lebih Besar bagi UMKM
Menurut Anindya, salah satu upaya untuk mencapai target tersebut adalah memperluas promosi produk Indonesia agar semakin banyak perusahaan internasional menjadikan Indonesia sebagai sumber pengadaan barang dan komponen.
Kadin, kata dia, mendorong strategi tersebut melalui inisiatif seperti yang ada di buku berjudul We Buy from Indonesia. Isinya, memperkenalkan produk buatan Indonesia kepada pembeli global sekaligus menunjukkan bahwa berbagai merek besar dunia telah memanfaatkan produk dari Indonesia.
“Kita mau meningkatkan jumlah yang beli dan komponennya lebih banyak lagi, persentasenya, sehingga ujung-ujungnya ya semua medium enterprise kita bisa maju, atau UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) kita,” kata Anindya.
Anindya menjelaskan, Indonesia memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi memperbesar perdagangan dengan Yunani, antara lain tekstil, garmen, alas kaki, elektronik, furnitur, dan kopi. Selain memperkuat ekspor produk yang sudah kompetitif, Indonesia juga perlu meningkatkan ekspor produk bernilai tambah.
Baca Juga
Dana Asing Keluar Rp 80 Triliun, Kadin Tetap Bidik Peluang Investasi Rp 2.300 Triliun
Peluang Kerja Sama Industri Maritim
Selain perdagangan barang, Anindya melihat kesamaan karakter Indonesia dan Yunani sebagai negara maritim bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas kerja sama ekonomi. Kedua negara dinilai memiliki peluang untuk saling berbagi pengalaman dalam pengembangan industri perkapalan dan logistik.
Yunani dikenal memiliki industri pelayaran yang kuat di tingkat global. Pengalaman itu dinilai dapat menjadi referensi bagi Indonesia untuk mengembangkan industri maritim, termasuk melalui peluang investasi dan industrialisasi.
“Indonesia dan Yunani dua-duanya negara maritim. Jadi bisa belajar ya bagaimana mengolah ini semua, dari perkapalan, logistik. Yunani terkenal, mendunia, apalagi ada di dalam dua lautan, samudera, seperti kita,” ucap Anindya.
