Agrinex Expo 2026 Kembali Digelar, Bidik Sinergi Agribisnis dari Hulu ke Hilir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Agrinex Expo 2026 kembali digelar pada 23–25 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Pameran agribisnis ini menargetkan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan sektor pangan dan pertanian, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memperluas akses pasar dan mendorong pengembangan usaha.
Agrinex Expo yang pertama kali diselenggarakan pada 2007 tersebut sempat terhenti selama pandemi Covid-19 sebelum kembali digelar pada November 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Tahun ini, penyelenggara kembali memilih JICC untuk memudahkan mobilisasi peserta dan pengunjung.
Penyelenggara Agrinex Expo mengatakan, kegiatan ini dirancang sebagai wadah yang mempertemukan akademisi, pelaku usaha, pemerintah, dan komunitas dalam satu ekosistem agribisnis. Melalui pertemuan tersebut, para pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jaringan, memperoleh informasi, menjajaki peluang pasar, serta membangun kolaborasi untuk mengembangkan bisnis di sektor pangan dan pertanian.
“Agrinex ini memang suatu event agribusiness yang menunjukkan wajah agribusiness Indonesia, dan menunjukkan one-stop shopping for agribusiness,” ujar Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2025 Rifda Ammarina dalam konferensi pers secara daring, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, Agrinex Expo tidak sekadar menjadi tempat bertemunya produsen dan pembeli. Pameran ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui akses terhadap informasi, teknologi, pasar, dan sesama peserta yang dapat memberikan ide serta masukan untuk pengembangan bisnis.
Baca Juga
Agrinex 2025 Dibuka, Kemendag: Jadi Jendela Kekuatan Produk Pertanian Nasional
Peserta yang terlibat berasal dari berbagai sektor, termasuk instansi pemerintah, lembaga penelitian, BUMN, perusahaan swasta, industri perbankan, industri makanan dan makanan olahan, hingga perusahaan yang bergerak dalam hilirisasi produk pertanian.
Keterlibatan berbagai sektor tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara produsen bahan baku pertanian, industri pengolahan, distributor, perusahaan logistik, hingga eksportir.
"Kemudian juga untuk para peserta, Agrinex adalah media mereka terakses dengan yang besar, terakses dengan informasi, terakses dengan pasar, dan juga terakses dengan sesama peserta yang bisa memberikan ide, gagasan untuk mereka mengembangkan usahanya," terang Rifda.
