Sumbawa Timur Mining Siapkan Helikopter untuk Pantau Arus Lalu Lintas MotoGP Mandalika
Poin Penting
|
MATARAM, Investortrust.id -- PT Sumbawa Timur Mining (STM) menyiapkan satu unit helikopter untuk mendukung pemantauan arus lalu lintas selama MotoGP Mandalika 2026 pada 9–11 Oktober.
Fasilitas ini diharapkan membantu penyelenggara memantau kepadatan kendaraan dan kondisi akses menuju Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Helikopter tersebut digunakan untuk pemantauan udara, berbeda dari tahun lalu ketika STM menyediakan helikopter untuk mendukung evakuasi medis udara. Tahun ini, pemantauan difokuskan pada arus kendaraan dari dan menuju lokasi balapan.
MotoGP Mandalika 2026 menargetkan kehadiran lebih dari 145.000 penonton selama tiga hari penyelenggaraan. Besarnya jumlah pengunjung meningkatkan kebutuhan pemantauan mobilitas, terutama untuk mengantisipasi kepadatan dan hambatan perjalanan di sekitar kawasan sirkuit.
Pantauan dari udara memungkinkan kondisi lalu lintas terlihat secara lebih menyeluruh. Informasi waktu nyata (real time) mengenai kepadatan kendaraan dan situasi di jalan diharapkan membantu pihak terkait mengambil keputusan secara cepat.
Baca Juga
ESDM Siaga Bencana, Sumbawa Timur Mining Sumbang Logistik untuk Korban Gempa Flores
Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal mengapresiasi dukungan STM dalam penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut. “Kami memberikan ruang bagi seluruh pelaku usaha yang ada di NTB untuk berkontribusi dalam pengembangan pariwisata NTB ke depan. Saya kira STM telah mengambil peran yang tepat dalam memberikan kontribusi pada penyelenggaraan MotoGP Mandalika,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, pemantauan udara juga dapat memperlihatkan dampak ekonomi yang meluas dari pengembangan kawasan Mandalika. “Dukungan ini sangat bermanfaat. Terutama hari ini, ketika kami bersama Sesmenko Bidang Perekonomian melakukan pemantauan untuk menunjukkan bahwa dampak perkembangan Mandalika telah meluas jauh melampaui kawasan Mandalika itu sendiri. Hal tersebut dapat terlihat dari udara,” ungkapnya.
Head of Communications STM Cindy Elza mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi perusahaan dengan Pemerintah Provinsi NTB.
“Kami berharap dukungan ini dapat berkontribusi terhadap upaya-upaya dalam mewujudkan NTB makmur dan mendunia, sebagaimana visi pembangunan strategis Pemerintah Provinsi NTB," ujarnya.
Ditambahkan, STM ingin berkontribusi terhadap pengembangan daerah meskipun wilayah kerja perusahaan berada di Kabupaten Dompu, di luar kawasan Mandalika.
“Meskipun area kerja kami berada di Kabupaten Dompu, tidak menyurutkan semangat kami untuk turut serta menyukseskan MotoGP Mandalika 2026. Kami adalah bagian dari NTB dan dengan senang hati terlibat untuk memajukan daerah ini,” kata Cindy.
PT Sumbawa Timur Mining (STM) merupakan perusahaan joint venture antara PT Aneka Tambang Tbk (20%) dan Eastern Star Resources Pty Ltd (80%). STM mengelola Proyek Hu’u, sebuah proyek eksplorasi tembaga yang beroperasi di bawah Kontrak Karya (KK) Generasi ke-7 di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Wilayah KK ini juga menyimpan sumber daya panas bumi. Untuk mengeksplorasi potensi ini, STM mendirikan perusahaan afiliasi PT Sumbawa Timur Geothermal (STG), yang telah menerima Izin Panas Bumi (IPB) dari pemerintah. STM kini terus melanjutkan perjalanan untuk mencapai visinya menjadi operasi pertambangan tembaga kelas dunia yang didukung oleh energi terbarukan.
