Anindya Bakrie Ungkap Sektor 'Raksasa' US$ 60 Miliar yang Bisa Bikin Ekonomi RI Tembus 8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai kisaran 6 hingga 8%. Salah satu penggerak utamanya adalah penguatan sektor kesehatan yang kini dinilai memiliki dampak berganda (multiplier effect) signifikan terhadap perekonomian, industri, dan investasi.
Anindya menyoroti besarnya potensi ekonomi di sektor kesehatan Indonesia yang mencatatkan nilai perputaran langsung hingga 60 miliar dolar AS setiap tahunnya.
"Kadin bergerak di bidang perdagangan, industri, serta investasi. Ketika kita membicarakan kesehatan, inilah sektor yang kami yakini akan membantu mengungkit pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5 persen, melonjak ke 6, 7, hingga 8 persen," ujar Anindya dalam sambutannya pada acara Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast yang digelar di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Forum tersebut turut dihadiri oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Sekjen Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady, 38 Ketua Kadin Provinsi, serta puluhan Duta Besar dan korps diplomatik negara sahabat.
Anindya mengapresiasi berbagai langkah strategis pemerintah di bidang kesehatan, seperti program pemeriksaan kesehatan gratis yang ditargetkan menjreach 70 juta rakyat Indonesia pada 2025, melengkapi program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai menjadi quick win yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi nasional.
CEO PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) itu juga menggarisbawahi rekam jejak kolaborasi Kadin dan Kementerian Kesehatan, di antaranya keikutsertaan dalam One Health Summit di Prancis pada April 2026, peluncuran laporan 'Health is the New Wealth' pada Juli 2026, serta persiapan Indonesia sebagai tuan rumah WHO 4th World Local Production Forum di Bali pada 2027 mendatang.
Baca Juga
Anindya: Industri Kesehatan Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 8%
Selain isu kesehatan, forum diplomatik ini menjadi ajang penting untuk menggalang dukungan bagi kandidat Indonesia yang akan bertarung dalam pencalonan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) pada Januari 2027, di mana dibutuhkan dukungan 192 suara dari negara-negara anggota.
Anindya menekankan pentingnya peran Kadin dalam mengimbangi keaktifan Presiden di kancah internasional melalui konsep Indonesia Incorporated. Untuk itu, Kadin telah membentuk Kantor Kadin Global Engagement.
Menkes Budi Gunadi Sadikin pada kesempatan yang sama turut menyinggung peluang besar pertumbuhan ekonomi di sektor kesehatan domestik. Sesuai arahan Presiden, Budi menyebut Kadin diminta mengawal pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) serta pembukaan lapangan kerja di sektor kesehatan.
"Sektor kesehatan ini sangat promising, bisa tumbuh di atas 8 persen, begitu juga dengan penyerapan tenaga kerjanya. Potensi pasar industri dan investasinya sangat besar," jelas Menkes.
Terkait dinamika keanggotaan negara-negara besar seperti Amerika Serikat di lembaga dunia, Budi menegaskan pentingnya kolaborasi inklusif global. Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19, tidak ada satu negara pun yang bisa selamat sendirian di tengah dunia yang saling terhubung.
"Kita ini satu keluarga dengan 8 miliar orang di planet Bumi. Tidak enak kalau ada anggota keluarga yang keluar. Pendekatan kita adalah merangkul semua negara untuk kembali bersama-sama membenahi sistem kesehatan dunia," terang Budi.
