Konflik Timur Tengah Pangkas 25% Impor BBM, Stok Nasional Dijaga 18-20 Hari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM subsidi, khususnya solar dan bensin, tetap dijaga di tengah tekanan impor akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah juga memastikan ketahanan stok nasional berada pada level 18-20 hari.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, stabilitas harga BBM subsidi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam menjaga inflasi. Hal ini karena solar dan bensin merupakan komponen penting yang digunakan masyarakat, termasuk nelayan dan petani.
"Jadi yang pertama tadi sudah saya sebutkan bahwa yang paling utama dari pengendalian inflasi dari BBM ini adalah menjaga agar BBM subsidi, solar dan bensin itu di harga tetap, tidak ada kenaikan. Kenapa? Karena ini adalah komponen terbesar yang juga dipakai oleh nelayan dan petani," kata Laode dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (5/10/2026).
Di sisi pasokan, Laode mengungkapkan konflik di Timur Tengah telah menyebabkan Indonesia kehilangan sekitar 25% sumber impor. Kondisi tersebut membuat pemerintah mengubah strategi pengadaan dengan melakukan pencarian langsung ke negara-negara yang memiliki kelebihan stok.
“Jika sebelumnya Pertamina itu melakukan lelang, maka sekarang lelang itu relatif pesertanya tidak ada. Jadi, kita harus cari negara-negara yang punya kelebihan stok, kita beli dengan harga akan bisa berpotensi lebih tinggi daripada harga kalau kita lakukan dengan pengadaan biasa," sebut dia
Menurut Laode, strategi tersebut ditempuh untuk memastikan pasokan BBM nasional tetap tersedia meski biaya pengadaan berpotensi lebih tinggi. Pemerintah, kata dia, tetap menargetkan stok nasional berada pada kisaran 18-20 hari.
“Jadi, ada dua hal ini, pertama adalah subsidi di solar dan bensin tetap kita jaga tetap, yang kedua adalah ketahanan stok 18 sampai 20 hari itu tetap ada," tegas Laode.
Laode juga menjelaskan antrean BBM yang terjadi di sejumlah wilayah tidak selalu menunjukkan adanya persoalan ketahanan stok nasional. Salah satu faktor yang dapat mengganggu distribusi adalah fenomena El Nino yang menyebabkan kondisi sungai mengering.
Akibatnya, pengiriman yang sebelumnya dapat dilakukan menggunakan kapal melalui jalur sungai harus dialihkan menggunakan truk dengan kapasitas angkut lebih kecil. Pemerintah pun bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memitigasi gangguan distribusi di lapangan.
“Tetapi dari sisi ketahanan stok, 18 sampai 20 hari selalu tersedia dan kami juga selalu bekerja sama dengan Pemda untuk dalam rangka memitigasi kondisi-kondisi yang terjadi di lapangan," tukas Laode.
