Jelang MotoGP Mandalika 2026, Menpar Dorong Penguatan Sports Tourism
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mendorong penguatan kolaborasi untuk mengembangkan wisata olahraga atau sports tourism. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Hal itu disampaikan Widiyanti saat peluncuran Buku MotoGP Mandalika 2025 sekaligus penyusunan Desain Besar Pengembangan Industri Olahraga Nasional di Gedung Bappenas, Rabu (30/9/2026). Penguatan sports tourism menjadi penting menjelang gelaran MotoGP Mandalika 2026.
“Kami meyakini bahwa desain besar ini akan menjadi fondasi penting yang semakin memperkuat posisi sports tourism sebagai salah satu motor pertumbuhan pariwisata Indonesia ke depan. Karenanya kita perlu terus bersinergi agar sports tourism di Indonesia dapat tumbuh menjadi lebih baik,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi, Minggu (4/10/2026).
Baca Juga
MotoGP Mandalika 2026, Pertamina Bidik Dampak Ekonomi dan Sport Tourism
Potensi wisata olahraga juga terlihat dari tren global. Survei Expedia mencatat 44% wisatawan bersedia bepergian ke luar negeri untuk menyaksikan hiburan olahraga dengan rata-rata pengeluaran US$ 1.500.
UN Tourism mencatat sports tourism menyumbang 10% terhadap total belanja wisatawan global. Sektor ini juga diproyeksikan tumbuh 17,5% hingga 2030.
“Peluang ini terasa semakin dekat bagi Indonesia karena gaya hidup masyarakat kita sudah bergerak ke arah yang sama,” ujar Widiyanti.
Indonesia dinilai memiliki modal kuat melalui kekayaan alam dan infrastruktur pendukung. MotoGP Mandalika menjadi salah satu contoh dampak ekonomi sports tourism di Indonesia. Penyelenggaraan 2025 diperkirakan memberikan dampak ekonomi Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,7 triliun.
Selain MotoGP, Indonesia memiliki berbagai event olahraga berstandar internasional. HYROX Jakarta pada Juni 2026 mencatat 11.500 peserta, termasuk 15% peserta berkewarganegaraan asing.
Widiyanti menyebut pengembangan sports tourism masih menghadapi empat tantangan utama. Tantangan tersebut meliputi pemerataan event, daya dukung destinasi, keberlanjutan kunjungan, serta standardisasi layanan dan pengelolaan risiko.
“Untuk itu, Kemenpar secara konsisten mendorong pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, pemerhati pariwisata lainnya untuk merancang event olahraga yang lahir dari karakter dan keunikan lokal, bukan sekadar replikasi format yang sudah teruji di tempat lain,” ujarnya.
Baca Juga
Hasil MotoGP Jepang 2026: Marc Marquez Juara, Pangkas Jarak dengan Jorge Martin
Pemerintah berharap penguatan kolaborasi membuat destinasi sports tourism tidak hanya ramai saat event berlangsung. Menpar juga mendorong pengembangan produk wisata yang dapat menjaga kunjungan sepanjang tahun.
“Inilah mengapa kita terus mengembangkan produk wisata berbasis sports tourism tadi sebagai daya tarik di luar pekan event,” kata Menpar.
