Investasi Rp 2,8 Triliun, PSEL Bogor Raya 1 Bakal Olah 500.000 Ton Sampah per Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 memasuki tahap penting dengan penandatanganan perjanjian jual beli listrik (PJBL). Proyek senilai Rp 2,8 triliun tersebut ditargetkan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun sekaligus menghasilkan energi hijau bagi masyarakat Bogor Raya.
CIO Badan Pengelola Investasi Danantara Pandu Sjahrir mengatakan penandatanganan PJBL menjadi penanda kesiapan proyek untuk mendorong solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia. PSEL Bogor Raya 1 menjadi proyek lanjutan setelah implementasi serupa di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir.
Baca Juga
Danantara Tetapkan 8 Mitra PSEL Tahap Dua! Ada Investor Prancis dan China
“Pada agenda hari ini, Kamis 17 September 2026, progres PSEL Bogor Raya 1 telah memasuki tahapan penting yaitu penandatanganan perjanjian jual beli listrik,” kata Pandu dalam acara Peresmian Pembangunan PSEL Bogor Raya 1, Kamis (17/9/2026).
Dalam proses seleksi proyek, Danantara melibatkan lebih dari 60 tenaga ahli dan profesional dari berbagai latar belakang. Tim tersebut memiliki pengalaman dalam berbagai proyek PSEL internasional di Asia Pasifik, Eropa hingga Timur Tengah, serta proyek PSEL di dalam negeri.
“Keterlibatan tim Danantara dan tim ahli independen menunjukkan bahwa proses pemilihan ini terverifikasi dengan tata kelola yang baik dan dilakukan secara profesional, didukung oleh berbagai keahlian seperti keahlian teknis operasional, hukum, finansial, dan lingkungan,” ujar Pandu.
Pandu menerangkan, PSEL Bogor Raya 1 dirancang mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emission Directive (EU IED). Fasilitas ini ditargetkan mampu mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun, setara sekitar 45% timbulan sampah terolah dari Kota dan Kabupaten Bogor.
Baca Juga
PLN Dukung PSEL Bekasi dengan Investasi Rp 3 Triliun, Sampah Diolah Jadi Listrik 27,4 MW
Dari sisi lingkungan, proyek tersebut diproyeksikan menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) hingga 80% dan mengurangi emisi karbon sekitar 640.000 ton setara CO2 per tahun. Kebutuhan lahan TPA juga ditargetkan turun sekitar 80%.
“Dari sisi energi, inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai lebih dari 100.000 rumah masyarakat Bogor Raya. Inisiatif ini juga bernilai Rp 2,8 triliun dari sisi investasi dan insyaallah menciptakan lapangan kerja sebesar 1.200 dan mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%,” tuturnya.
Pandu menilai pengelolaan sampah perlu dipandang sebagai persoalan jangka panjang karena dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga generasi berikutnya.
