Menko Airlangga Ajak Pelaku Usaha ASEAN-Kanada Maksimalkan Implementasi Perjanjian ICA-CEPA
Poin Penting
|
TORONTO, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri acara Canada-ASEAN Business Council (CABC) Executive Dialogue yang diselenggarakan di sela-sela Canada Investment Summit di Toronto, Kanada, pada Senin, 14 September 2026. Forum dialog ini bertujuan memperkuat hubungan antara pelaku usaha, investor, dan pemerintah dari kawasan ASEAN serta Kanada. Dalam sambutannya, Menko Airlangga menyampaikan apresiasi kepada CABC atas perannya sebagai jembatan pembangun hubungan bisnis yang kuat antara perusahaan Kanada dan negara-negara anggota ASEAN.
Menko Airlangga menegaskan ketahanan pasar domestik Indonesia di hadapan para investor kawasan. "Indonesia menawarkan pasar bagi investor Kanada dan ASEAN yang tidak hanya besar, tetapi stabil dan disiplin dalam mengelola pertumbuhannya," ujar Menko Airlangga dikutip Kamis (17/9/2026).
Lebih lanjut, Menko Airlangga mengajak CABC memanfaatkan momentum menuju implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA). Perjanjian tersebut telah ditandatangani oleh kedua Menteri Perdagangan serta disaksikan oleh kedua Kepala Negara di Ottawa pada 2025 lalu. Kesepakatan ini menjadi perjanjian dagang bilateral pertama Kanada dengan negara anggota ASEAN, sekaligus kemitraan ekonomi komprehensif pertama bagi Indonesia di kawasan Amerika Utara.
Guna menekankan nilai strategis dari kemitraan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan pandangannya mengenai ketepatan momentum kesepakatan ini. "ICA-CEPA adalah instrumen yang tepat, di waktu yang tepat," tegas Menko Airlangga. Melalui perjanjian ini, Kanada akan menghapus atau menurunkan tarif pada lebih dari 90 persen pos tarif produk Indonesia, sedangkan Indonesia akan melakukan hal serupa untuk hampir 86 persen pos tarif produk Kanada.
Baca Juga
Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Kanada Jadi 50% Usai Perundingan Dagang Gagal
Selain pengurangan tarif, ICA-CEPA membuka peluang kerja sama pada sektor-sektor yang saling melengkapi kekuatan kedua negara. Sektor-sektor strategis tersebut meliputi hilirisasi mineral kritis seperti nikel dan bahan baterai, energi bersih dan terbarukan, agri-pangan dan perikanan berkelanjutan, infrastruktur, serta jasa keuangan dan digital. Menko Airlangga mengundang para investor dan pelaku usaha untuk menjajaki sektor-sektor tersebut lebih jauh, seraya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia sedang aktif membangun kerangka kerja pendukung. Saat ini, ICA-CEPA telah selesai diratifikasi oleh kedua negara dan memasuki pembahasan pengaturan teknis lebih lanjut, termasuk mengenai rules of origin.
Keterlibatan aktif dunia usaha dinilai sangat krusial karena sektor swasta akan menjadi pelaksana utama dari dampak positif perjanjian perdagangan ini. "Dialog hari ini penting, karena pada akhirnya para pelaku usaha seperti anggota CABC-lah yang akan mewujudkan ICA-CEPA. Saya mendorong forum ini menjadi ajang pertukaran gagasan dua arah, dan juga berharap bahwa masukan yang diperoleh hari ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang konkret," ucap Menko Airlangga.
Pada rangkaian acara tersebut, Menko Airlangga turut menyampaikan sambutan dalam CABC Reception bersama Menteri Industri Kanada, The Honourable Mélanie Joly. Agenda tersebut dimanfaatkan untuk mengajak lebih banyak investasi dari Kanada masuk ke Indonesia pada berbagai sektor strategis, mulai dari mineral kritis, transisi energi, ketahanan pangan, hingga kecerdasan buatan (AI).
Menko Airlangga juga melakukan pertemuan bilateral dengan pimpinan perusahaan global asal Kanada. Pertemuan dilakukan bersama CEO AtkinsRealis Ian L. Edwards untuk membahas perkembangan kerja sama energi tenaga nuklir, serta bersama CEO Sun Life Kevin D. Strain untuk memperkuat kerja sama di sektor keuangan.
Forum bisnis bergengsi ini dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi, antara lain Menteri Perdagangan Internasional Kanada Maninder Sidhu, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam Dato Dr. Amin Liew Abdullah, serta Presiden CABC Wayne Farmer bersama para pimpinan bisnis dan investasi dari kawasan ASEAN dan Kanada.
Delegasi Indonesia yang mendampingi Menko Airlangga selama kunjungan kerja tersebut meliputi Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, serta Konsul Jenderal RI di Toronto Vevie Damayanti.
