Pemerintah Siapkan Modal Rp 171,7 Triliun Buat Program Prioritas Sektor Kelautan dan Perikanan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mentransformasi sektor kelautan dan perikanan nasional dengan menyiapkan total kebutuhan investasi mencapai Rp 171,7 triliun. Modal tersebut dialokasikan untuk mendanai empat program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dirancang hingga tahun 2029.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, menyampaikan alokasi investasi tersebut disebar ke dalam beberapa proyek strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya.
"Secara keseluruhan, program-program ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan nasional, baik dari sisi produksi, pemerataan ekonomi antarwilayah, maupun ketahanan pangan dan protein nasional," ujar Qodari dalam Konferensi Pers Update PHTC di Jakarta, Rabu (1/9/2026).
Porsi investasi terbesar dialokasikan untuk program peremajaan kapal ikan modern senilai Rp 125,5 triliun guna membangun 4.582 unit kapal secara bertahap hingga 2029. Langkah ini bertujuan membantu nelayan mengoptimalkan potensi tangkapan di laut lepas sekaligus menggerakkan industri galangan kapal dalam negeri.
Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 40 triliun untuk pengembangan budidaya ikan darat tematik di 40.000 titik berbasis desa. Program ini difokuskan guna memperkuat pasokan protein dalam mendukung program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga
PLN Gandeng KKP Bangun Infrastruktur Listrik untuk Sektor Kelautan
Dua proyek strategis lainnya berlokasi di Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari pemerataan ekonomi. Program tambak udang terintegrasi (Integrated Shrimp Farming) di Waingapu, Sumba Timur, menyerap investasi Rp 7,2 triliun untuk area seluas 1.361 hektare. Sementara itu, pengembangan kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Rote Ndao mendapatkan alokasi Rp 2 triliun untuk lahan seluas 2.000 hektare demi mengejar target swasembada serta menghapus impor garam pada 2029.
Suntikan modal besar-besaran ini diproyeksikan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Dari sisi komoditas, keempat program ini ditargetkan menghasilkan tambahan volume produksi hingga 3,95 juta ton per tahun.
Kontributor produksi terbesar disumbang oleh program kapal ikan modern sebesar 2,3 juta ton per tahun, disusul budidaya ikan tematik desa sebesar 1,2 juta ton, garam nasional 400.000 ton, dan tambak udang terintegrasi sebesar 52.800 ton per tahun.
Selain peningkatan produksi dan potensi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), proyek-proyek ini dirancang untuk menyerap ribuan tenaga kerja lokal serta memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Indonesia.
"Pembangunan kapal ikan modern saja menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 89.000 orang, dengan 55.000 di antaranya khusus untuk awak kapal perikanan. Sementara di Waingapu, industri udang terintegrasi diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja," terang Qodari.
Turut hadir dalam konferensi pers tersebut adalah Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI), Christina Aryani.
