Danantara Dorong Transformasi Layanan Transportasi BUMN, dari Tol hingga Kereta
JAKARTA, investortrust.id - Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mendorong transformasi layanan transportasi yang dikelola badan usaha milik negara (BUMN), mulai dari jalan tol, penyeberangan, transportasi udara hingga kereta api.
Dony meminta transformasi tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja finansial, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui peningkatan kualitas layanan.
"Transformasi ini kan dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya finansial-finansial saja yang dibanggakan," kata Dony, dikutip dari akun instagram BP BUMN pada Kamis (20/8/2026).
Untuk PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dony meminta terdapat tiga indikator utama dalam transformasi layanan, yakni kualitas jalan tol, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan informasi mengenai kondisi jalan tol.
Menurutnya, kualitas jalan tol perlu diperbaiki melalui pemeliharaan yang terencana. Ia meminta pekerjaan pemeliharaan tidak dilakukan secara mendadak sehingga mengganggu lalu lintas pengguna jalan.
"Jalan itu predictable, dan kita kasih window time-nya. Dia hanya boleh melakukan maintenance jalan itu jam 22.00 sampai jam 05.00 pagi," ujar Dony.
Selain kualitas jalan, Dony menekankan kualitas SDM yang memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Dikatakan, meski sebagian pelaksana layanan merupakan tenaga outsourcing, kualitas pelayanan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan.
"Orang yang bayar masuk tol kita itu berhak mendapatkan pelayanan yang lebih baik," ucapnya.
Dony juga meminta informasi mengenai kondisi jalan tol diperbarui secara berkala. Informasi tersebut mencakup kondisi lalu lintas dan estimasi waktu tunggu atau kemacetan yang dapat diketahui pengguna jalan.
"Informasi jalan tol itu up-to-date banget, setiap berapa jam dia harus memasang informasi jalan tol untuk memastikan bahwa tadi, nggak ada kemacetan, kemudian ada jalan yang menunggu berapa menit di depan, nah itu masyarakat berhak dapatkan," terangnya.
Transformasi ASDP dan Pelni
Dony juga meminta transformasi dilakukan pada PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.
Ia meminta peningkatan layanan dilakukan sejak masyarakat datang, proses pembelian tiket, boarding, selama berada di kapal, hingga penumpang tiba di tujuan.
"Ini berlaku untuk dua-duanya, baik itu ASDP maupun Pelni. Ini tolong di dua ini sebetulnya sudah diarahkan pemerintah itu dan kita juga, bahwa ini langsung ke publik," kata Dony.
Dikatakan Dony, pengalaman pengguna perlu dievaluasi pada setiap tahapan perjalanan sehingga kualitas layanan transportasi laut dapat ditingkatkan.
Transportasi Udara
Di sektor transportasi udara, Dony meminta kualitas pelayanan armada dan infrastruktur pendukung turut dipantau secara berkala.
Ia mencontohkan kualitas bandara, armada maskapai BUMN, hingga layanan penanganan bagasi atau baggage handling yang perlu diperhatikan.
Baca Juga
Rosan Pastikan Danantara Terus Pangkas BUMN hingga Tersisa 200 Perusahaan
"Mesti cek itu pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh armada kita, baik itu di dalam pesawat maupun infrastruktur pendukungnya, mesti dicek, ini mesti dimonitor dan dipantau," ujarnya.
Elektrifikasi Kereta
Sementara itu, Dony memberikan perhatian khusus terhadap transformasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Ia meminta perkembangan sejumlah proyek perkeretaapian dipantau secara berkala. Salah satunya proyek elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, serta Jakarta-Merak.
"Monitor di antaranya program kita elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, Jakarta-Merak. Ini sudah harus dilakukan monitor progresnya sampai mana," tegas Dony.
Selain elektrifikasi, Dony meminta progres pembangunan palang pintu perlintasan kereta api turut diperbarui. Ia pun menyoroti transformasi stasiun kereta api yang menjadi bagian dari program transportasi BUMN.
"Kereta api ini lakonnya juga transformasi daripada stasiun kereta api, ini kan masuk dalam program kita transformasi stasiun ini. Nah ini juga dicek progresnya sudah sampai mana dan lain sebagainya," imbuhnya.
Dony menilai sektor perkeretaapian memiliki dampak besar karena melayani angkutan penumpang dan logistik. Ia menyebut jumlah penumpang moda kereta mencapai lebih dari 1,5 juta orang per hari.
Ihwal itu, ia meminta kajian dilakukan terhadap aspek keselamatan, konektivitas, harga, hingga model bisnis transportasi kereta api. "Yang orang ini, ini jumlah penumpangnya satu hari itu sudah 1,5 juta lebih, jadi impact-nya signifikan. Maka kaji ya dari sisi safety-nya, keselamatannya, kemudian konektivitasnya," tuturnya.
Dony juga meminta model bisnis dan harga layanan kereta api, termasuk tarif kereta listrik yang saat ini sekitar Rp 5.000, turut dikaji.
Baca Juga
Danantara Didorong Jadikan Laba BUMN sebagai Mesin Dampak Ekonomi
Menurutnya, pengembangan kereta api diharapkan dapat memperkuat transportasi massal yang aman dan efisien. Ia menargetkan elektrifikasi jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak dapat diselesaikan sebelum 2029.
"Nah itu akan menciptakan kota-kota baru agar mengurangi urbanisasi (padatnya penduduk di satu kota, red), mengurangi polusi," pungkas Dony.

