Pertamina Lubricants Perkuat Daya Saing Lewat Teknologi Produksi
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Lubricants, perusahaan pelumas milik Pertamina, memperkuat daya saing bisnis melalui pengoperasian fasilitas produksi berteknologi modern. Langkah tersebut dilakukan di tengah persaingan industri pelumas yang melibatkan lebih dari 200 merek di Indonesia sekaligus untuk menopang ekspansi produk ke pasar internasional.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants Rika Gresia Wahyudi mengatakan bisnis Pertamina tidak hanya bergerak di sektor hulu minyak dan gas, bahan bakar minyak BBM, serta LPG, tetapi juga mencakup bisnis pelumas untuk kendaraan dan kebutuhan industri.
Pertamina Lubricants mengoperasikan tiga fasilitas produksi pelumas di Indonesia yang berada di Jakarta, Gresik, dan Cilacap. Perusahaan juga memiliki satu fasilitas produksi di Thailand untuk mendukung kegiatan bisnis di luar negeri.
Baca Juga
Pertamina Perluas Akses Dunia Kerja bagi Generasi Muda Lewat Internship 2026
"Production Unit Jakarta memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan kebutuhan pelumas masyarakat dan industri. Di saat yang sama, fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami memperkuat daya saing produk Pertamina Lubricants di pasar global," kata Rika dalam keterangan di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Production Unit Jakarta menjadi fasilitas produksi pelumas terbesar yang dimiliki Pertamina Lubricants. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 270 ribu kiloliter per tahun. Besarnya kapasitas produksi menjadi salah satu faktor penting karena industri pelumas menghadapi tingkat persaingan yang tinggi. Di Indonesia, lebih dari 200 merek pelumas telah terdaftar, baik merek global maupun merek lokal.
"Di industri pelumas, persaingan sangat kompetitif dengan banyak pemain yang menawarkan produk dan kualitas yang beragam. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas, inovasi, dan daya saing produk agar dapat memberikan pilihan terbaik bagi konsumen," ujar Rika.
Bidik Pasar Global
Penguatan kapasitas produksi tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. Produk Pertamina Lubricants juga telah dipasarkan ke pasar internasional dan saat ini menjangkau 16 negara.
Untuk menopang distribusi di dalam negeri, Pertamina Lubricants mengandalkan jaringan pemasaran yang mencakup 7 Sales Region serta lebih dari 100 distributor. Jaringan tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan produk ke berbagai wilayah Indonesia.
Manager Production Unit Jakarta PT Pertamina Lubricants Dody Arief Aditya mengatakan fasilitas produksi di Jakarta telah menggunakan teknologi modern dalam proses blending dan filling. Blending merupakan proses pencampuran bahan untuk menghasilkan formula pelumas, sedangkan filling merupakan tahap pengisian produk ke dalam kemasan.
Menurut Dody, penerapan otomasi membuat proses produksi lebih konsisten sekaligus meningkatkan efisiensi. Sistem tersebut juga membantu menjaga akurasi produksi dan menekan potensi kontaminasi produk.
Baca Juga
Pertamina Perluas Akses Dunia Kerja bagi Generasi Muda Lewat Internship 2026
"Teknologi yang modern ini menjamin kualitas produk. Dengan proses yang serba otomatis, tingkat akurasi produksi dapat dijaga dan potensi kontaminasi produk juga bisa dicegah," kata Dody.
Otomasi juga diterapkan pada tahapan blending. Operator menentukan formula, lokasi blending, serta jumlah produk yang akan dibuat melalui sistem yang tersedia. Setelah parameter produksi ditentukan, proses pemompaan bahan, agitasi atau pengadukan, hingga pencampuran dilakukan secara otomatis sebelum produk diteruskan ke tahap pengemasan. "Jadi prosesnya sudah sangat terotomasi, mulai dari pemompaan, proses blending, sampai nanti produk masuk ke kemasan," ujarnya.
Selain mengandalkan sistem otomasi, Pertamina Lubricants menerapkan standar pengujian dan metode uji kualitas yang mengacu pada standar internasional di Production Unit Jakarta. Pengujian tersebut dilakukan pada proses produksi untuk memastikan kualitas produk tetap stabil dan memenuhi standar yang telah ditetapkan perusahaan.

