Maknai Kemerdekaan, James Riady: Indonesia Harus Buka Diri dan Kuasai Hulu AI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James Riady mendorong Indonesia memperkuat kemampuan di sektor hulu kecerdasan buatan (AI) dan terbuka terhadap dunia. Penguasaan teknologi menjadi bagian penting dari makna kemerdekaan ekonomi di era digital.
James mengatakan, kemerdekaan Indonesia tidak cukup dimaknai sebagai kedaulatan politik. Generasi saat ini perlu menerjemahkannya dalam bentuk kekuatan ekonomi, teknologi, pangan, energi, dan sumber daya manusia.
“Bagi generasi kita, itu berarti membangun kekuatan ekonomi, ketahanan pangan dan energi, modal manusia yang kuat, kapabilitas teknologi,” kata James dalam Kadin Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
James Riady: Pemerintah dan Kadin Siapkan Indonesia Hadapi Disrupsi AI
Menurut James, perkembangan AI menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian serius. Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna atau konsumen teknologi yang dikembangkan negara lain.
“Tidak hanya menjadi konsumen AI, tetapi menjadi peserta di hulu AI dan robotika. Penguasaan tersebut penting untuk membangun industri yang kompetitif sekaligus menciptakan pekerjaan yang produktif,” ujar dia.
James Riady menilai penguatan kapabilitas teknologi harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kemampuan masyarakat untuk belajar, bekerja produktif, membangun usaha, dan berpartisipasi dalam teknologi menjadi bagian dari substansi kemerdekaan generasi mendatang.
Berani Membuka Diri
Di sisi lain, James menegaskan, penguatan kemandirian ekonomi bukan berarti Indonesia harus menutup diri dari dunia internasional. Indonesia justru perlu membangun kekuatan domestik sambil tetap terbuka terhadap investasi, perdagangan, teknologi, pendidikan, serta kemitraan global.
Baca Juga
Indonesia Wajib Ambil Peluang, James Riady Ingatkan Modal Global Kini Mengalir ke AI
“Indonesia yang percaya diri harus kuat di dalam negeri, terbuka terhadap dunia, dan cukup percaya diri untuk bekerja sama dengan semua orang,” tegas dia.
Ia menambahkan, Kadin memiliki peran untuk menjembatani pemerintah dan dunia usaha, termasuk menghubungkan Indonesia dengan mitra internasional.
"Penguatan kapabilitas AI dan teknologi diharapkan menjadi bagian dari agenda jangka panjang agar kemerdekaan Indonesia memiliki manfaat ekonomi yang semakin nyata bagi masyarakat," tutur dia.

