Indonesia Wajib Ambil Peluang, James Riady Ingatkan Modal Global Kini Mengalir ke AI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James Riady menilai, arus investasi global kini semakin terkonsentrasi ke sektor kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, pusat data, dan kapasitas komputasi.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat daya saing dan menarik investasi jangka panjang.
James mengatakan dunia saat ini menghadapi situasi yang penuh kontras. Di satu sisi, ketegangan geopolitik, tingginya utang sejumlah negara, dan suku bunga global yang masih tinggi menekan pertumbuhan ekonomi.
Namun di sisi lain, investasi di sektor teknologi terus melesat. Menurutnya, AI menjadi magnet baru bagi modal global yang mengalir ke perusahaan-perusahaan teknologi dan pengembang infrastruktur digital.
"AI menarik modal dalam jumlah yang luar biasa. Uang terus mengalir ke Amerika Serikat dan ke sejumlah kecil perusahaan teknologi, infrastruktur AI, semikonduktor, pusat data, dan kapasitas komputasi," kata James dalam acara Monthly Economic Breakfast, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga
James Riady: Manfaatkan Ketidakpastian Global sebagai Momentum Membangun Ekonomi Indonesia
Ia mencontohkan tingginya minat investor terhadap perusahaan teknologi global. IPO sejumlah perusahaan teknologi, termasuk SpaceX dan SK Hynix, menunjukkan besarnya antusiasme pasar terhadap sektor AI dan semikonduktor.
James pun mengingatkan Indonesia tidak boleh hanya fokus menghadapi gejolak jangka pendek. Pemerintah dan pelaku usaha perlu mampu membedakan antara gejolak sementara dengan perubahan struktural yang akan menentukan arah ekonomi dunia dalam jangka panjang.
"Ketidakpastian tidak berarti peluang menghilang. Kita harus melihat dengan lebih jelas, berpikir lebih jernih, bergerak lebih tegas, dan membedakan antara kebisingan sementara dengan perubahan struktural jangka panjang," ujarnya.
Menurut Bos Lippo Group itu, tantangan terbesar Indonesia bukan sekadar menjaga stabilitas ekonomi saat ini, melainkan membangun fondasi pertumbuhan untuk lima hingga dua puluh tahun mendatang.
"Upaya itu bisa dilakukan dalam penguatan sektor manufaktur, pangan, energi, perumahan, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.
Baca Juga
Dunia Cari Kepastian, James Riady Sebut Indonesia Punya Modal Strategis Tarik Investasi
Ia juga menegaskan Indonesia harus mengambil peran lebih besar dalam revolusi teknologi global. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pasar bagi teknologi baru, tetapi harus mampu menjadi investor, produsen, sekaligus bagian dari rantai nilai global.
"Bagaimana kita memastikan Indonesia berpartisipasi bukan hanya sebagai konsumen revolusi teknologi berikutnya, tetapi semakin sebagai investor, produsen, dan bagian penting dari rantai nilai global," tutup James.
