Hadapi Tantangan Geopolitik Global, Toyota Indonesia Bakal Perluas Pasar Ekspor Baru
Poin Penting
|
BOGOR, investortrust.id – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) terus memperluas pasar ekspor ke sejumlah negara baru sebagai strategi menghadapi ketidakpastian ekonomi dan tensi geopolitik global yang berpotensi mengganggu perdagangan internasional.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya mengatakan, perusahaan saat ini tidak hanya mempertahankan pasar ekspor yang telah ada, tetapi juga aktif menjajaki destinasi baru, termasuk kawasan Amerika Latin, guna memperkuat kinerja ekspor nasional.
"Kita mencoba mencari destinasi-destinasi baru yang produknya memang masih dibutuhkan. Amerika Latin juga sekarang sudah kita masuki, tinggal bagaimana meningkatkan kuotanya. Di Asia juga tetap, kemudian kita menjajaki negara-negara lain yang belum masuk," ucapnya saat ditemui usai acara Kick Off Toyota Eco Youth ke-14 di Sentul, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga
Ekspor CBU Naik 10,7% di Semester I-2026, Toyota Indonesia Bidik Pertumbuhan Tinggi
Menurut Nyoman, strategi diversifikasi pasar menjadi penting di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Meski demikian, ia menilai permintaan kendaraan di sejumlah pasar ekspor, termasuk Timur Tengah, masih relatif baik.
Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan berasal dari sisi permintaan, melainkan potensi gangguan pada rantai logistik akibat konflik geopolitik. Kondisi tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan hambatan distribusi yang terjadi pada masa pandemi Covid-19.
"Yang menjadi masalah sebenarnya adalah isu logistik dan pengiriman. Kapal-kapal bisa tertahan sehingga distribusi ikut terganggu. Mudah-mudahan kondisinya tidak separah saat pandemi Covid-19," terang Nyoman.
Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Toyota terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam membuka akses ke pasar-pasar baru. Menurut Nyoman, kolaborasi dengan kementerian terkait menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan ekspor kendaraan buatan Indonesia.
"Kita selalu berkolaborasi dengan pemerintah. Kita tidak bisa sendiri, tetapi bersama-sama dengan kementerian terkait untuk meningkatkan ekspor maupun membuka destinasi baru," ujar Nyoman.

