Terkait Persoalan LRT City, Maruarar Sirait: Minggu Depan Mulai Ada Kejutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, pemerintah segera memulai langkah penanganan persoalan proyek apartemen LRT City yang dikeluhkan sejumlah konsumen karena belum menerima unit meski telah melunasi pembayaran. Bahkan, Menteri Ara, sapaan Maruarar Sirait mengungkapkan, akan ada kejutan terkait penyelesaian persoalan tersebut.
"Jadi, LRT City segera kita tangani. Hari Senin (10/8/2026) atau minggu depan doakan kita akan mulai satu kejutan baru di Jakarta ya," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, seusai pertemuan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Baca Juga
Menteri Ara Bentuk Tim Cari Solusi Sengketa LRT City, Libatkan BPKP hingga Danantara
Maruarar menambahkan, pembahasan mengenai LRT City telah disampaikan kepada BPK, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.
Menurut dia, langkah pertama yang akan dilakukan adalah mengundang direksi lama dan direksi baru PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) selaku pengembang LRT City untuk menyusun kronologi persoalan beserta usulan penyelesaiannya.
"Kita sudah janji akan bahas, saya sudah sampaikan kepada BPK, kemudian saya juga sudah sampaikan ke BPKP, saya juga sudah sampaikan kepada Pak Dony. Nanti langkah pertamanya kita kan sudah minta ke LRT City, itu anak perusahaan Adhi Karya ya supaya bisa diundang direksi yang lama dan yang baru, untuk membuat kronologis dan usulan solusi," ungkap Ara.
Selain itu, Kementerian PKP juga meminta perwakilan konsumen menyusun kronologi berdasarkan versi masyarakat beserta usulan solusi yang diharapkan.
"Dan kepada konsumen juga kami sudah meminta untuk paling nggak ada perwakilan ya, dibentuk tim. Kemudian sama juga membentuk kronologis yang dari versi para masyarakat yang menjadi korban, kemudian juga usulan solusinya apa," kata Maruarar.
Ara menilai, kementerian ingin mempertemukan seluruh pihak untuk mencari penyelesaian secara menyeluruh. "Tentu kita mau mencari titik temu ya daripada masalah-masalah yang ada. Karena kita tidak bisa membiarkan rakyat sendirian, negara harus hadir untuk masalah-masalah seperti itu," ucapnya.
Sebelumnya, Maruarar menyatakan, pemerintah mulai menyiapkan langkah lanjutan untuk menyelesaikan keluhan konsumen proyek apartemen LRT City. Ia mengungkapkan telah bertemu dengan Kepala BPKP M Yusuf Ateh serta Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria guna membahas penyelesaian persoalan tersebut.
Kementerian PKP juga telah meminta masyarakat menyusun kronologi, dokumen perjanjian, serta usulan solusi. Di sisi lain, jajaran direksi baru ADCP telah diminta menyusun kronologi proyek beserta usulan penyelesaiannya.
Bahkan, Maruarar juga mengusulkan audit investigasi terhadap proyek hunian vertikal LRT City yang dikembangkan ADCP kepada BPK menyusul mandeknya proyek tersebut.
Baca Juga
Menteri Ara Usul Audit Investigasi Proyek LRT City (ADCP) ke BPK
Di sisi lain, Direktur Utama ADCP, Indra Syahruzza Nasution mengakui kondisi likuiditas perseroan sedang tertekan sehingga menyulitkan perusahaan melakukan pengembalian dana kepada konsumen. Hingga Juni 2026, arus kas operasional ADCP tercatat negatif sekitar Rp 900 juta sehingga kemampuan perusahaan untuk melakukan refund sangat terbatas.
Proyek apartemen LRT City, terutama di kawasan Tebet, Ciracas, dan Cibubur, menjadi sorotan setelah progres pembangunan terhenti dan serah terima unit kepada konsumen mengalami keterlambatan.
Dalam pertemuan antara konsumen dan ADCP di Kantor Kementerian PKP pada 24 Juli 2026, perwakilan konsumen meminta pengembalian dana penuh atas pembelian unit yang telah dilakukan.

